oleh

Kasus Uril, Dituding Sebar Hoax Soal Gempa

Senayanews – Pada Rabu (3/10) kemarin, Uril yang tidak lain adalah pemilik akun Facebook bernama Uril Unique Febrian diciduk Satres Cyber Crime Polda Jatim. Uril dituduh menyebarkan hoax (hoaks) meski akhirnya hanya dikenai wajib lapor.

Pihak kepolisian menganggap status Uril di Facebook terkait kewaspadaan akan gempa besar megatrush yang terjadi di Pulau Jawa dan Jakarta sebagai hoaks yang meresahkan masyarakat.

“Lombok dalam sehari ini sudah dilanda Gempa sebanyak 3x dengan kekuatan 6,5 – 6,0 – 7,0 SR jika Gempa berkelanjutan hingga besok maka perkiraan BMKG mengenai MEGATHRUST Pulau Jawa sangat mungkin terjadi khsusnya Jakarta yg diperkirakan besarnya mencapai 8,9SR.” tulis Uril dalam statusnya di akun Facebook pada Selasa (2/10) kemarin.

Uril juga menyebut bahwa pada hari itu telah terjadi gempa di belahan bumi lainnya. “Hari ini: Gempa hawai 8.2, Gempa jepang di Fiji 8.2, Gempa jepang 6.4, Gempa Lombok 7.0. Smuanya hari ini..” lanjut status Uril.

Jika ditelusuri dari akun Facebook Uril, pada Selasa kemarin ia mengunggah setidaknya empat status terkait informasi kegempaan. Saat Uril dirilis di hadapan awak media pada Rabu kemarin, ia mengaku mendapat pesan waspada gempa besar itu dari grup Whatsapp. Ia mengira kabar itu benar.

Pasal yang dikenakan kepada Uril tersebut adalah Pasal 14 Ayat (2) UU. RI. No. 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 15 UU. RI. No. 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Status Uril  sebenarnya juga menyertakan tautan berita Warta Ekonomi mengenai peneliti asing yang mengidentifikasi ada jejak gempa dan tsunami di selatan Pulau Jawa. Juga sebuah tayangan video YouTube berjudul “Lempeng Jawa Terus Bergerak, LIPI Ingatkan Potensi Gempa” yang diproduksi oleh Televisi Berita Satu.

Namun pihak kepolisian tetap menggelandang Uril dan Martha ke Mapolda Jawa Timur karena dianggap statusnya secara umum berisi hoaks dan dapat meresahkan masyarakat.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menerangkan bahwa Uril seharusnya tidak menyebarkan informasi yang bukan kompetensi mereka.

Penindakan kepada orang-orang yang disinyalir menebar hoax terkait kabar gempa dan tsunami oleh pihak kepolisian bertepatan dengan instruksi Presiden Jokowi kepada Kapolri Tito Karnavian pada Selasa (2/10) kemarin untuk tidak segan menangkap orang-orang yang disinyalir menyebar berita tidak benar dalam suasana bencana di Palu dan Donggala ini.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of