by

Cerita Kembaran Ifan Seventeen Yang Menjadi Korban Selamat Bencana Tsunami Di Anyer

SenayaNews – Hingga kini masih terasa duka yang mendalam dari peristiwa tsunami anyer beberapa hari yang lalu, bencana alam yang tak terduga ini menewaskan tiga personel Seventeen dan juga istri dari Ifan, vokalis Seventeen, Dylan Sahara yang turut menjadi korban dalam musibah tersebut.

Saudara kembar dari Ifan yang biasa di panggil dengan Idan, Riedhan Fajarsyah yang saat peristiwa naas itu terjadi dia juga berada di lokasi. Idan bersedia menceritakan kronologi kejadian yang membuat banyak orang bersedih ini. Di temui di kediaman herman kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, rabu (26/12/2018) usai tahlilan. Idan menceritakan bagaimana kejadian itu berlangsung.

“Jadi kronologisnya itu, sebelum magrib saya sedang ngobrol sama Andi, Herman, Bani di kolam renang, waktu itu kita berenang. Oki (manajer seventeen yang juga menjadi korban) nyamperin ke villa dan bilang, ‘ayo siap siap seventeen manggung jam 8 malam dan tolong bangunin Ifan di atas’. Terus waktu itu kita berencana mau berangkat sama-sama. Karena istri sama Dylan (istri Ifan) masih nyatok rambut, akhirnya kita bilang, ‘udah nyusul aja’.

Baca juga : Tips Mendaki Saat Musim Hujan

“Anak anak Seventeen pergi duluan. Setelah itu saya sekeluarga sama Dylan juga baru kemudian pergi ke lokasi acara. Disitu singkatnya pas lagu ‘jaga selalu hatimu’. Waktu itu, saat pertama selesei terus perkenalan personil. Seperti biasa kalau dilagu kan ada perkenalan personil, terus pas perkenalan Andi itu, baru datang tsunaminya dan posisinya waktu itu, saya nggak sempet teriak. Jadi lari, tiba-tiba badan saya sudah terbawa air, saya sambil megang anak. Itu saya masih belum ngeh, ‘kenapa saya tiba-tiba didorong dan di dalam air’.? Pas di dalam baru sadar, ‘oh ternyata tsunami’. Nah itu sampai beberapa kali gelombang. Kronologis kejadianya sih seperti itu.” Ungkap Idan.

Kemudian Idan juga mengungkapakan bahwa dia mendapat firasat sebelum kejadian tsunami itu terjadi.  Mesti belum mengerti apakah ini sebuah firasat atau bukan, beberapa menit sebelum seventeen tampil, Idan sempat buka aplikasi penunjuk jalan karena sudah menjadi kebiasaan Idan yaitu melihat posisinya dimanapun dia berada. Saat ia tau bahwa saat itu dia berada di ujung pulau dengan tulisan Selat Sunda diatasnya, entah apa yang ia fikirkan tiba-tiba ia berfikir soal tsunami.

“Saya sempat berfiki, ‘oh kalau tsunami berarti tsunami selat sunda’. Terus yang kedua, kalau normalnya saat tsunami dating pasti ngeri nih. Pikiran saya kala itu sambil ngeliat ke arah pulau, kalau ada tsunami terus saya ngeliat ke belakang, anak saya gendong, istri saya pegang, saya lari ke jalur sini, sini sini. Tapi setelah itu saya mikir, ‘Ifan gimana?’. Adik-adik gua sama anaknya gimana?’. Nggak lama setelah itu saya lasung ditegur sama istri saya gara-gara ngelamun. Lima belas menis abis itu baru kejadian,” ujan Idan.

Baca juga : Fenomena Cap Cloud Di Puncak Mahameru, Indah Tapi Juga Perlu Diwaspadai

Setalah menceritakan firasatnya yang menjadi kenyataan, Idan juga menceritakan pengalaman adiknya Ifan (vokalis seventeen) yang juga menjadi korban selamat dari musibah tersebut. Bagaimana Ifan bisa selamat dari musibah ini. Menurut Idan sama seperti kebanyakan orang, saat musibah itu datang Ifan otomatis berfikir untuk menyelamatkan diri, Ifan juga mengungkapakan bahwa saat kejadian berlangsung banyak orang yang seakan menenggelamkan kepalanya ke dalam air, bahkan Ifan sempat merasa nggak kuat dan ikhlas kalau seumpama memang ia harus meninggal.

“Dia sempat tersangkut di besi dan tiba-tiba terlepas, dan saat tersadar tiba-tiba ia sudah ditengah laut. Dia bilang seperti ada hardcase alat yang ia pegang berempat. Kalau seumpama ada yang tenggelam, tolong jangan pegang badan karena kita semua bisa meninggal’. Saat itu kejadianya masih ramai dengan orang-orang yang teriak mintak tplong. Sampai akhirnya suasana menjadi sepi, semua yang ada disitu meninggal. Kurang lebih 1 samapi 2 jam Ifan berenang ke daratan.”

Idan kemudian juga berbagi cerita tentang Dylan (istri dari Ifan). Saat kejadian istri Ifan itu juga bersama dirinya, istri dan anak-anaknya sedang makan di dekat panggung. Idan mengungkapakan dimana Dylan kemudian di temukan, “ada satu ruangan kebetulan saat tsunami usai. Ternyata ada ruangan ke dalem yang sebenernya ruangan genset, di situ Dylan dan Andy ternyata kena arus dan masuk ke dalam ruangan dan terus tertimpa bangunan. Jasadnya berhasil di ketemukan pada hari senin jam setengah 10 pagi,”. Pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed