oleh

Fenomena Cap Cloud Di Puncak Mahameru, Indah Tapi Juga Perlu Diwaspadai

SENAYANEWS – Siapa yang tidak tau Gunung Semeru, gunung tertinggi di pulau jawa dan incaran para pendaki tepatnya yang berlokasi di Jawa Timur tersebut baru-baru ini menjadi sorotan karena terjadi fenomena unik yang terjadi disana.

Tepatnya pada hari selasa (11/12) ada yang unik dan menarik dari gunung yang sering disebut sebagai atap pulau jawa tersebut, fenomena unik tersebut berhasil di abadikan oleh Sutopo Purwo, kepala pusat data dan informasi dan humas BNPB. Foto unggahan Sutopo tersebut menunjukan puncak Semeru tampak diselimuti awan yang berbentu seperti topi.

Baca juga : Nasib Iklan Blackpink yang Dianggap Terlalu Seksi

“pesona gunung semeru saat bertopi, berhelm & berhijab di puncaknya. Awan altocumulus lenticularis menutup puncak semeru begitu indahnya. Turbelensi atau pusaran angina dibagian atas membentuk awan seolah sang gunung bertopi.

Coba alam nan indah ini dimanfaatkan buat foto prewedding. Mengabadikan masa indah saat mengikat cinta sebelum pelaminan. Alangkah indahnya. Hatiku akan selalu terayomi laksana awan lenticular itu. Mesti cintamu saat ada turbulensi.

Dari pada foto foto prewedding di semak belukar. Rawan digigit ular. Lebih baik memanfaatkan alam yang kiar ini tapi penuh pesona,” caption panjang yang ditulis Sutopo

Dari caption tersebut menunjukan bahwasanya puncak semeru sedang diselimuti awan altocumulus lenticularis. Lalu fenomena apakah tersebut?

Fenomena awan yang berbentuk topi dan menyelimuti Puncak Semeru pada hari selasa tersebut disebut sebagai Cap Cloud. Awan topi ini merupakan awan jenis stratus yang melayang di atas puncak gunung dan terpisah.

Baca juga : Najwa Shihab Menangis Saat Kunto Aji Nyanyikan Lagu Pilu Membiru

Awan ini berhasil terbentuk akibat adanya pendinginan dan kondensasi udara lembab yang dipaksaan naik ke atas karena orografi atau ada gunung di atas puncak gunung. Sementara bentuk lencular (cekung-cekung) yang terbentuk oleh angin lapisan atas pada arah horizontal.

Di samping keindahanya yang tanpak indah dan menarik di pandang dari kejahuan. Perlu di ketahui bahwasanya fenomena ini justru berbahaya bagi para pendaki. Hal tersebut sangat berbahaya bagi pendaki karena dapat menyebabkan hypothermia. Ini disebabkan karena turbulensi atau pusaran angina membentuk awan tersebut membuat suhu di puncak gunung menjadi sangat dingin. Dan hal ini harus diwaspai khususnya oleh para pendaki.

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Baca juga : Fenomena Cap Cloud Di Puncak Mahameru, Indah Tapi Juga Perlu Diwaspadai […]