oleh

Ribuan E-KTP di Temukan Dalam Karung

SENAYANEWS.COM – Ribuan e-KTP dalam karung ditemukan di area persawahan yang berada di Jalan Karya Bakti III, Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Menurut Ipit ketua RW 11 Kelurahan Pondok Kopi, sebagian KTP yang ditemukan di dalam karung dan tercecer di persawahan Jalan Bojong Rangkong RT 3 RW 11, Kelurahan Pondok Kopi, Jakarta Timur, pada Sabtu, 8 Desember 2018, ada yang masih berlaku.

Ipit menjelaskan, KTP tersebut pertama kali ditemukan oleh anak-anak yang sedang bermain di persawahan. Saat ditemukan, sebagian KTP tersebut sempat dimainkan dengan cara dilempar-lempar sehingga sebagian tercecer di sekitar persawahan. “Ada warga yang melihat, akhirnya dilaporkan ke saya,” kata Ipit.

Ribuan e-KTP tersebut akhirnya dikumpulkan menjadi satu untuk dilaporkan ke polisi terkait temuan tersebut. Diketahui bahwa ribuah e-KTP tersebut ada yang berlaku sampai 2019 dan ada yang seumur hidup. Ipit mengatakan telah dimintai keterangan oleh polisi terkait dengan temuan ribuan keping KTP dalam karung. Polisi bersama Ipit menghitung seluruh KTP yang ditemukan pada Sabtu kemarin. Jumlahnya mencapai 2.158 keping.

Lurah Pondok Kelapa, Siska Leonita, mengatakan pihaknya siap membantu polisi untuk menelusuri kasus pembuangan ribuan Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau e-KTP dalam karung di kawasan Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Kepala Kepolisian Resor Jakarta Timur Komisaris Besar Yoyon Tony Surya Putra mengatakan seluruh e-KTP dalam karung sudah habis masa berlakunya. Selain itu, jumlah e-KTP yang ditemukan warga di Pondok Kopi sebanyak 2.005 keping, berbeda dengan pernyataan Ipit yang mencapai 2.158 keping. “Sebanyak 63 di antaranya sudah hancur.”

Menurut Yoyon, sebanyak 63 e-KTP rusak dan datanya sudah tidak bisa terbaca karena blangko hampir hancur. Sedangkan, sisanya masih bisa terlihat data identitas pemiliknya. Ia menjelaskan e-KTP dalam karung merupakan terbitan 2011, 2012 dan 2013. Untuk yang terbitan 2011, kata dia, masa berlakunya telah habis pada 2016. Begitu juga yang tahun 2012 dan 2013, telah habis masa berlakunya setelah lima tahun.

Menurut Yoyon, KTP tersebut berasal dari warga yang ingin memperpanjang atau mengganti baru karena rusak. Sehingga, kata dia, KTP lama tersebut disimpan. Dia menduga, “Setelah disimpan lama, mau diapain tidak tahu…tapi seharusnya dihancurkan caranya, bisa dipotong-potong, dihancurkan atau dibakar.”

Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, persoalan itu sudah masuk ke ranah hukum. Belum lagi isu penyedia jasa pembuatan e-KTP palsu kini tengah menjadi sorotan media massa. “Jadi itu semua sudah menjadi perhatian,” ujar Anies.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh menyebutkan, tercecernya kartu tanda penduduk elektronik ( E-KTP) di Kelurahan Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, diduga sengaja dilakukan.

Sutasuhut Kapolsek Duren Sawit menuturkan seluruh identitas di e-KTP tersebut berasal dari warga di wilayah Kelurahan Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Sebagian masa berlaku e-KTP tersebut sudah habis. “Dugaan kami itu e-KTP yang mau diperpanjang. Dikumpulkan, lalu dibuang,” ujarnya.

Sutasuhut juga menegaskan orang yang membuang ribuan Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau e-KTP di Duren Sawit bisa dikenakan pidana. “Karena dianggap membuang atau menghilangkan dokumen negara.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of