by

Perjalanan GOJEK Start Up Rintisan Nadiem Makariem

JAKARTA, SENAYANEWS.com – Tepatnya 13 Oktober 2010 Gojek Indonesia resmi didirikan dengan 20 pengemudi mitra. Perjalan Gojek sebagai start up dimulai dengan layanan call center yang menghubungkan konsumen dengan ojek pangkalan.

2014, GOJEK akhirnya memiliki 200 pengemudi. Tim engineer yang awalnya terdiri dari tiga orang kemudian menciptakan model sementara untuk mempertemukan pelanggan dengan pengemudi.

Selang 4 tahun kemudian, Gojek mulai mendapatkan tawaran investasi. Puncaknya pada tanggal 7 Januari 2015, Gojek Indonesia merilis platform aplikasi Android dan iOS. Pasca kemunculan aplikasi produk – produk GOJEK mulai diluncurkan seperti GO-RIDE, GO-FOOD, dan GO-SEND. Para pelanggan akan memesan pengemudi, kemudian pengemudi akan mendapatkan pemberitahuan dan menerima pesanan.

Baca Juga : Mengenal Bentuk Sumber Pendanaan Startup Non Perbankan

Ini adalah awal kelahiran “bid engine”, yakni penghubung antara penawaran dan permintaan Ini pula yang akhirnya membentuk asal usul berdirinya GOJEK.

Perjalananya GOJEK tidak siap menangani berbagai permasalahan seperti algoritma yang mulai hancur. Seperti ketika pengemudi meningkat, gangguan pada aplikasi menjadi masalah rutin yang kerap dihadapi. Hampir jatuh, tak lama GOJEK memperoleh tawaran perusahaan `Code Monk` konsultan asal India.

Tugasnya mem-backup tim engineer dengan memastikan bahwa tidak ada lagi kegagalan dalam sistem. Bongkar pasang kode sudah dilakukan engineering Gojek. Pada titik tersebut, GOJEK sudah mengelola lebih dari 300,000 pesanan tiap hari. Kegagalan kembal i menjadi rutinitas.

Baca Juga : Founder KAHMI Preneur Sebut Tutupnya Ritel Disebabkan Lemahnya Proteksi Kebijakan

Kemanapun Nadiem pergi, ia terus mendapat pertanyaan mengapa aplikasinya rusak atau mengapa pengguna tidak bisa mendapatkan pelanggan. Saat itu, tim engineer terdiri dari sepuluh orang dan harus berjuang setiap harinya.

Logo Baru Gojek 2019

Sampai sekarang Go-Jek dipakai secara aktif oleh 15 juta orang setiap minggunya. Setiap minggu user aktif dilayani sekitar 900.000 mitra pengemudi Go-Jek. Lebih dari 100 juta transaksi setiap bulan dilayani. Lebih dari 125.000 merchant bekerja sama dengan Go-Jek untuk mempermudah kehidupan masyarakat.


Go-Jek telah membuktikan kebolehannya sebagai layanan ride-sharing lokal yang bersaing dengan asing, semacam Grab dan Uber. Sembari memelihara posisinya saat ini, Go-Jek pun mulai menyiapkan strategi bisnis baru di tengah persaingan yang ketat.

Facebook Comments

Comment

News Feed