oleh

Banjir Bandang Disertai Longsor Putuskan Jembatan Utama, 7 Desa Terisolir

SIDRAP, SENAYANEWS.comBencana banjir bandang disertai tanah longsor terjadi di Desa Leppangen, kecamatan Pitu Riase, Sidrap, Sulsel pada senin sore (19/8/19), sedikitnya tujuh desa terdampak bencana tersebut dan mengakibatkan jembatan utama penghubung empat desa roboh dan hanyut terbawa arus.

Jembatan utama tersebut menghubungkan Dusun Walawala, Lompingan, Lengke, dan Rante Siwa.

Baca Juga : Terdampakkah RI Atas Pelemahan Ekonomi Akibat Perang Dagang AS-China?

Budiman, warga setempat membenarkan insiden tanah longsor di sertai banjir bandang. Warga sangat panik saat kejadian tersebut.

“Ini benar-benar musibah yang tak disangka-sangka Pak. Kasihan, warga kemarin sangat panik,” ujarnya Budiman

Sedangkan Bupati sidrap Dollah Mando yang mendapatkan laporan musibah banjir bandang dan tanah longor lansung merespon dengan memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ke lokasi kejadian.

Baca Juga : POLRI dan TNI Janjikan Keamanan Tokoh Dan Masyrakat Papua di Ibu Kota

“Pak bupati langsung merespons terjadinya bencana itu. BPBD Sidrap telah menuju ke lokasi tersebut,” kata Kabid Humas Dinas Infokom Sidrap, Hidayat Abbas, Selasa (20/8/19).

Sementara itu Kepala Desa Leppangan, Ilyas Manakkan yang dikonfirmasi terpisah menyampaikan perkembangan terbaru.

Menurutnya, pasca banjir bandang dan tanah longsor, warga masih terus waspada.

Di sisi lain  ada penduduknya yang jumlahnya sekitar 1.300 jiwa yang terisolir akibat jembatan utama yang terputus dan menyebabkan lumpuhnya aktivitas warga terutama untuk arus angkutan hasil bumi.

Longsor yang terjadi saat ini, menurutnya, merupakan longsor terparah sejak beberapa tahun terakhir.

“Jalur yang terkena longsor itu satu-satunya jalan penghubung ke dusun itu,” kata Alias

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of