oleh

FPI : NKRI Harga Mati, Tidak Ada Sisi Kami Yang Bertentangan Dengan Pancasila

JAKARTA, SENAYANEWS.com – Juru bicara FPI Slamet Ma’arif mengaku kesulitan dalam proses perpanjangan SKT ormas. FPI kemudian mengaku heran soal tudingan anti-Pancasila. “Biasanya Departemen Agama (Depag/Kemenag) tidak ada masalah, ya. Sekarang yang justru lama itu di Depag. Tapi kemarin sudah ada langkah Depag untuk dialog, diskusi dengan kami, pasal yang masih dipersoalkan dan masih perlu penjelasan dari kami,” ujar Slamet di Sentul, Bogor, Senin (5/8/2019).

Slamet yakin Kemenag akan mengeluarkan rekomendasi. Jika rekomendasi sudah diberikan Kemenag, FPI akan menyerahkan ke Kemendagri.

“Dan saya pikir, setelah diskusi dengan kami, Depag akan mengeluarkan rekomendasi. Kalau keluar, akan kami serahkan langsung ke Kemendagri,” imbuhnya Slamet.

Baca Juga : Ketum PP Muhammadiyah Singgung Soal Ormas yang Gunakan Ideologi Non Pancasila

Slamet mengaku heran terhadap tudingan yang menyebut kalau FPI anti-Pancasila. Menurutnya, FPI sudah 21 tahun berdiri tak pernah bermasalah dengan ideologi NKRI.

Foto : Slamet Ma’rif, Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI)

“Ya, itu yang kami bingung, sisi mana yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Kami sudah 21 tahun tidak ada masalah, bahkan kami NKRI harga mati. Setiap bencana kami hadir. Karena itu, justru Pak Jokowi harus menjelaskan kepada masyarakat Indonesia yang mana bertentangan dengan Pancasila. Harus bisa menunjukkan ke kami, jangan menjadi berita hoax dan fitnah berkepanjangan,” jelasnya.

Slamet merasa perpanjangan kali ini seperti dipersulit. Slamet mengaku biasanya, sebelum masa berakhir, FPI sudah mendapat SKT perpanjangan.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of