oleh

Industri Tekstil Tumbuh Positif, Duniatex Justru Gagal Bayar Bunga Obligasi

SENAYANEWS.com – Lembaga pemeringkat Standard and Poor (S&P) memangkas peringkat obligasi global DMDT menjadi CCC- (triple C minus) dari sebelumnya BB-. Peringkat ini menjelaskan bahwa ada masalah keuangan perusahaan. Kondisi keuangan DDST yang memburuk akan berdampak negatif dalam arus kas DMDT.

PT Delta Merlin Dunia Textile (DMDT), entitas perusahaan tekstil Duniatex, habis-habisan dibuat anak usahanya, PT Delta Dunia Sandang Tekstil (DDST), usai kasus gagal bayar bunga surat utang sebesar US$11 juta.

Sampai batas waktu yang ditentukan 10 Juli 2019, DDST masih tak mampu membayar bunga atas obligasi global senilai US$260 juta.

Baca juga : Mobil Listrik Bebas Masuk Ganjil Genap

Padahal, DMDT selaku induk DDST juga memiliki utang yang akan segera jatuh tempo pada September 2019. Nilainya juga tak bisa dibilang sedikit, yakni US$5 juta.

Sementara itu, Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian Muhdori memaparkan jika industri tekstil dan produk tekstil (TPT) tumbuh pada kuartal I 2019 menjadi 18,98 persen dari periode yang sama tahun lalu, yaitu sebesar 7,46 persen.

“Persoalan Duniatex tidak ada kaitan dengan industri nasional. Kondisi nasional untuk ekspor dan penjualan di dalam negeri justru surplus dan membaik,” ucap Muhdori.

Baca juga : Negara Rugi! 2 Menteri Layak Di Ganti

Nilai ekspor sepanjang Januari-Mei 2019 tercatat sebesar US$5,63 miliar. Angka itu naik dari periode yang 2018 lalu sebesar US$5,61 miliar.

Sedangkan nilai impor justru turun dari US$3,68 miliar menjadi US$3,49 miliar. Bila diakumulasi, neraca perdagangan TPT pada Januari-Mei 2019 surplus sebesar US$2,13 miliar dan sebelumnya US$1,93 miliar.

Bila ditarik agak jauh, nilai ekspor memang terus meningkat sejak 2016 lalu. Tepatnya, pada 2016 sebesar US$11,87 miliar, 2017 US$12,59 miliar, dan tahun lalu kembali menanjak menjadi US$13,27 miliar.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of