oleh

Menuai Komentar, Jokowi Pindahkan Ibu Kota Negara Ke Kaltim

SENAYANEWS.com – Pemindahan ibu kota ke Provinsi Kalimantan Timur sontak menuai komentar dari banyak pihak. Salah satunya datang dari  Ketua DPR Fadli Zon, menilai kajian pemerintah soal pemindahan Ibu Kota ke Pulau Kalimantan masih lemah. Oleh sebab itu ia berpandangan rencana tersebut belum dapat direalisasikan dalam limat tahun ke depan. “Masih mentah menurut saya, belum ada apa-apa itu,

Baca Juga : Investasi Melorot, INDEF Minta Jokowi Segera Rombak Tim Ekonomi

” ujar Fadli saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/19). Menurut Fadli pemerintah seharusnya mengkaji lebih dalam terkait berbagai aspek. Misalnya terkait pendanaan, kesiapan infrastruktur, lahan hingga sumber daya manusia.

Ada Pandangan dari, Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto. bahwa kenapa Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara telah dipilih Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk menjadi Ibu kota Indonesia. Ada sejumlah alasan mengapa Jokowi menjatuhkan pilihannya pada dua wilayah yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur ini. Risiko bencana relatif lebih kecil, baik itu banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, gunung berapi juga longsor. lokasinya juga yang strategis serta dekat dengan wilayah kota yang berkembang, yaitu Balikpapan dan Samarinda.

Baca juga : Jusuf Kalla Meminta Agar Polisi Perlu Jelaskan Peristiwa Kerusuhan Terjadi Malang dan Surabaya

“Ekonom Indef Rizal Taufikurahman memperkirakan pemindahan ibu kota negara yang dilakukant jokowi tak akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional. Perkiraan ia dasarkan pada hasil studi Indef.

Studi ini dilangsungkan pada Agustus 2019 menggunakan sumber data Badan Pusat Statistik (BPS), tabel sistem Neraca Sosial Ekonomi 2008 yang diperbaharui, tabel input output interegional terbaru, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) terbaru, Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) terbaru, dan beberapa data pendukung lainnya. 

Baca juga : Sri Mulyani Heran Bangun Pabrik di Indonesia Lebih Mahal dari Vietnam

Hasil studi menunjukkan pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur hanya menyumbang pertumbuhan ekonomi sebesar 0,24 persen ke wilayah tersebut.  Selain Kalimantan Timur, provinsi yang mendapat berkah pertumbuhan ekonomi dari pemindahan ibu kota adalah Kalimantan Selatan dan Papua Barat. 

Keduanya diprediksi mendapat tambahan pertumbuhan ekonomi masing-masing sebesar 0,01 persen dari pemindahan ibu kota tersebut.  “Meskipun untuk pertumbuhan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) di Pulau Kalimantan secara umum berdampak positif, namun nilainya sangat kecil dan tidak signifikan,” katanya belum lama ini. 

Baca Juga : JK Khawatirkan Resiko Amandemen UUD, PDIP : Rakyat Tetap Memilih Langsung Presiden

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] SENAYANEWS.com – Kondisi Kota Jayapura, Papua mencekam pada malam tadi pasca demo berakhir rusuh. Sejumlah pertokoan dijarah dan warga pun harus meningkatkan keamanan.Warga di Kota Jayapura malam tadi meningkatkan keamanan lingkungan sekitar pascademo berakhir rusuh. Bahkan kaum wanita pun ikut meronda untuk menjaga keamanan lingkungan di sekitar mereka. […]