oleh

Negara Rugi! 2 Menteri Layak Di Ganti

JAKARTA, SENAYANEWS.COM. Kerugian Negara mencapai sekitar Rp 90 miliar atas  matinya listrik secara massal yang terjadi sejak pukul 11.45 WIB.

Angka itu berasal dari 9.000 MW listrik yang hilang, dikali dengan lamanya durasi pemadaman sekitar 10 jam dengan harga tarif listrik per kWh-nya Rp 1.457 per kWh.

Pemadaman itu berawal dari gangguan pada saluran udara tegangan ekstra tinggi 500 kV Ungaran-Pemalang. Selain itu, terjadi gangguan pada gas turbin 1-6 di Suralaya dan di Pembangkit Listrik Tenaga Gas Turbin Cilegon.

Baca Juga : Kecewa! Jokowi Tak Puas Penjelasan PLN Soal Listrik Mati

Dampak pemadaman antara lain terhentinya operasional moda raya terpadu Jakarta. Sejumlah rangkaian kereta MRT terhenti di tengah jalur.

Ketua DPR Bambang Soesatyo  angkat bicara terkait hal ini dan meminta  Menteri BUMN Rini Soemarno harus bertanggung jawab dan direksi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) layak diganti akibat matinya listrik secara massal di beberapa wilayah.

Menurut Bamsoet, Rini harus segera melakukan revitalisasi dan berbagai perbaikan di internal PLN. Kementerian BUMN juga perlu melakukan investigasi atas peristiwa blackout ini.

“Menurut saya dalam kasus ini harus bertanggung jawab  adalah Menteri BUMN untuk segera melakukan revitalisasi, dan berbagai perbaikan ditubuh PLN dan melakukan investigasi terhadap kerusakan tersebut apakah ada unsur-unsur kesengajaan,” ucap Bamsoet di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kemarin  (05/08/19)

Disi Lain, Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu mengatakan, tak hanya Direksi PLN yang harus bertanggung jawab atas peristiwa pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jawa Tengah pada Minggu (05/08/19). Menurut dia, menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan harus ikut bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

“Itu tanggang jawab Menteri BUMN dan Menteri ESDM. Menterinya saja sekalian diganti,” kata Gus Irawan saat dihubungi, Senin (05/08/19).

Gus Irawan khawatir, tidak adanya Dirut defenitif PLN menjadi salah satu persoalan di balik peristiwa pemadaman tersebut.

Selanjutnya, Gus Irawan mengatakan, kejadian pemadaman listrik secara masal itu tak boleh kembali terulang.

PLN harus membuat contingency plan dan system control agar apabila ada masalah tidak berdampak luas.’’tuturnya’’

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of