oleh

Pencucian Uang : KPK Periksa Pedangdut Istiningdiah Sugianto

JAKARTA, SENAYANEWS.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa pedangdut Istiningdiah Sugianto alias Iis Sugianto dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar.

“Yang bersangkutan diperiksa untuk tersangka SS (Soetikno Soedarjo),” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (13/08/19).

Iis yang rampung menjalani pemeriksaan mengaku ditelisik seputar jual beli rumah dengan Emirsyah Satar. Diketahui, kediaman Iis Sugianto di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan dibeli oleh Emirsyah Satar.

Baca juga: PKS Kritik Usulan PAN Pimpinan MPR Jadi 10 : Membebani Keuangan Negara

“Itu soal jual rumah saja, hanya me-refresh saya saja, karena kan mau sidang. Sidang Pak Emirsyah Satar itu,” kata Iis.

Selain Iis, KPK juga mengagendakan pemeriksaan terhadap pihak swasta bidang keuangan Rockpool Ventures bernama Hadi Rusli, pihak swasta bernama Dwiningsih Haryanti Putri, serta Notaris dan PPAT Marcivia Rahmani.

“Mereka akan diperiksa untuk tersangka SS dalam kasus dugaan TPPU,” kata Febri. penyidik KPK juga turut memeriksa Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi (PT MRA), Soetikno Soedarjo. Ia juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Emirsyah

Baca juga: Opsi Pimpinan Paket MPR PDIP Dilirik Gerindra, PKB : Tunggu Saja

Soetikno diduga memberi uang Rp5,79 miliar untuk pembayaran rumah yang beralamat di Pondok Indah, US$ 680 ribu dan EUR1,02 juta yang dikirim ke rekening perusahaan milik Emirsyah satar di Singapura, dan SGD 1,2 juta untuk pelunasan Apartemen milik ESA di Singapura.

Emirsyah dan Soetikno diduga melanggar pasal 3 atau pasal 4 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Usai menjalani pemeriksaan, sekitar pukul 12.30 WIB, Soetikno tidak banyak berkomentar  kepada awak media. Disinggung soal materi pemeriksaan, ia meminta wartawan menanyakan hal itu kepada penyidik.

“Silakan tanya penyidik,” ucapnya, singkat, seraya tersenyum dan bergegas meninggalkan Gedung KPK.

Untuk program peremajaan pesawat, Emirsyah melakukan beberapa kontrak pembelian dengan empat pabrikan pesawat pada 2008 hingga 2013 dengan nilai miliaran USD. Yakni kontrak pembelian mesin Trent seri 700 dan perawatan mesin (Total Care Program) dengan perusahaan Rolls Royce, kemudian kontrak pembelian pesawat Airbus A330 dan Airbus A320 dengan perusahaan Airbus S.A.S. Kontrak pembelian pesawat ATR 72-600 dengan perusahaan Avions de Transport Regional (ATR), dan  pembelian pesawat Bombardier CRJ 1000 dengan perusahaan Bombardier Aerospace Commercial

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of