oleh

Perang Dagang Kian Tekan Ekonomi China, Siapa yang untung?

SENAYANEWS.com – Perang dagang AS-Cina akan dibuka mulai 1 September, ketika AS menerapkan tarif impor baru terhadap produk-produk impor dari Cina.  Ini berdampak akan semakin melambatnya kondisi perekonomian China.

Pada Selasa (13/8/2019), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bakal menunda tarif baru untuk beberapa kategori produk impor asal China hingga Desember. Adapun di rencana awal, pemerintah AS bakal memberlakukan tarif impor sebesar 10 persen untuk 300 miliar dollar AS produk China.

Di sisi lain, indikator ketenagakerjaan kian memburuk pada Juli 2019. Tingkat pengangguran di perkotaan tumbuh 5,3 persen dibandingkan dengan Juni lalu yang hanya sebesar 5,1 persen.

Baca Juga : OJK Sebut Perang Dagang Sebabkan Perlambatan Ekonomi Global

“Dampak dari perlambatan ekonomi China ternyata cukup besar,” ujar Chief Foreign Exchange Strategist untuk Asia Mizuho Bank Cheung Kin Tai.

Bank sentral China pun mungkin juga bakal ditekan untuk memangkas suku bunganya, seperti yang telah dilakukan oleh bank sentral lain di dunia.

Perlambatan dalam industri produksi menambah bukti yang lebih luas bahwa aktivitas pabrik di China telah merosot, yang juga ditunjukkan dengan indeks harga produsen negara itu turun dalam laporan terbaru pemerintah,” kata ekonom senior China untuk Caputal Economics Julian Evans-Pritchard.

Perselisihan dagang antara dua ekonomi terbesar dunia itu membebani prospek pertumbuhan global, bahkan memicu kekhawatiran akan meluasnya resesi. Tetapi segelintir negara di Asia, seperti Vietnam dan Taiwan, sejauh ini mendapat manfaat dari sengketa itu, karena makin banyak perusahaan yang mengalihkan produksi mereka dari Cina ke negara lain untuk menghindari tarif impor AS.

Baca Juga : Investasi Melorot, INDEF Minta Jokowi Segera Rombak Tim Ekonomi

Disisi lain Lembaga penelitian ekonomi IFO di Mnchen menyatakan, beberapa negara Eropa, termasuk Jerman, bisa mengeruk untung dari konflik ini. 

Dalam studinya, IFO memperkirakan Uni Eropa akan melihat pendapatan tambahan sebesar 1,5 miliar euro, jika AS tetap memberlakukan tarif impor 10 persen. Italia akan menarik manfaat terbesar dengan nilai sekitar 183 juta euro, diikuti oleh Prancis (129 juta euro) dan Jerman ( 94 juta euro).

Namun jika Cina membalas kebijakan Trump dengan tarif impor 10 persen barang-barang AS, Uni Eropa bisa mendapat pendapatan tambahan sampai 1,7 miliar euro. Jerman bakal menjadi pemenang terbesar dengan pendapatan tambahan senilai 323 juta euro, diikuti Italia (231 juta euro) dan Prancis (168 juta euro).

7
Leave a Reply

avatar
7 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Baca Juga : Perang Dagang Kian Tekan Ekonomi China, Siapa yang untung? […]

trackback

[…] Baca Juga : Perang Dagang Kian Tekan Ekonomi China, Siapa yang untung? […]

trackback

[…] Baca Juga : Perang Dagang Kian Tekan Ekonomi China, Siapa yang untung? […]

trackback

[…] Baca Juga : Perang Dagang Kian Tekan Ekonomi China, Siapa yang untung? […]

trackback

[…] Baca Juga : Perang Dagang Kian Tekan Ekonomi China, Siapa yang untung? […]

trackback

[…] Baca Juga : Perang Dagang Kian Tekan Ekonomi China, Siapa yang untung? […]

trackback

[…] Baca Juga : Perang Dagang Kian Tekan Ekonomi China, Siapa yang untung? […]