oleh

Perdebatan di Balik Keputusan Jokowi Pilih Kaltim Jadi Ibu Kota Baru

SENAYANEWS.com – Ada cerita menarik di balik keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih lokasi ibu kota baru Indonesia di Kalimantan Timur (Kaltim). Dalam pembahasan kajian rencana tersebut terjadi perdebatan di internal pemerintah. Namun pergulatan tersebut merupakan hal yang wajar di mana masing-masing pihak punya pendapat untuk disampaikan.

“Imron Bulkin Nggak rumit Kita kan cuma melakukan kajian. Jadi prosesnya ya seperti biasa, kita melakukan penelitian menentukan kriterianya. Nah itu terus kita secara profesional punya tim dari multidisiplin untuk mengkaji calon lokasi terhadap butir-butir yang sudah kita sepakati untuk menjadi kriteria itu,” jelasnya.

Baca Juga : PKS Kritik Usulan PAN Pimpinan MPR Jadi 10 : Membebani Keuangan Negara

kata Ketua Tim Kajian Pemindahan Ibu Kota Negara dari Bappenas saat berbincang dari tiga opsi calon lokasi ibu kota baru negara, keputusan akhirnya pun ditentukan oleh Presiden. Tim kajian hanya menyampaikan plus-minus kandidat ibu kota negara yang ada, mulai dari Kaltim, Kalsel, hingga Kalteng. Jadi tim kajian tidak secara spesifik menyarankan ke Presiden untuk memilih lokasi tertentu sebagai ibu kota baru Indonesia. Tapi dari kajian-kajian yang dilakukan, memang dapat disimpulkan Kaltim pilihan terbaik.

Baca Juga : Investasi Melorot, INDEF Minta Jokowi Segera Rombak Tim Ekonomi

“Hak prerogatif-nya Presiden untuk menentukan itu, dan itu lebih baik seperti itu. Kan (tim kajian) hanya menyampaikan informasi untuk pengambilan keputusan kan,” tambahnya.

Akhirnya, Presiden Joko Widodo membeberkan alasan mengapa Provinsi Kalimantan Timur dipilih oleh pemerintah sebagai lokasi ibu kota baru Indonesia pengganti DKI Jakarta. “Kenapa di Kalimantan Timur? Pertama, risiko bencana minimal, baik bencana banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, maupun tanah longsor,” ujar Presiden Jokowi dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (26/8/19).

Baca Juga : JK Khawatirkan Resiko Amandemen UUD, PDIP : Rakyat Tetap Memilih Langsung Presiden

Saat mengumumkan ibu kota baru, Jokowi terlihat didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Selain itu, terlihat juga sejumlah pejabat pemerintahan, di antaranya Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Hadir juga Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar. 


Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of