oleh

Perluasan Ganjil Genap Untuk Pengendalian Polusi Udara Jakarta

JAKARTA, SENAYANEWS.com –  keputusan penerapan peluasan ganjil genap sesuai dengan intruksi Gubenur DKI Anies Baswedan (Ingub) no. 66 Tahun 2019 tentang pengendalian polusi udara, akan di umumkan Rabu  (7/8/19) hari ini.

kepala Dinas Perhubungan (DISHUB) DKI Jakarta Syafrin Lipoto mengatakan 25 ruas jalan di Jakarta yang akan di terapkan perluasan sistem ganjil genap, ruas jalan yang akan di perluas juga sudah memadai.

“Selain ada jaringan jalan yang sudah memadai, juga di sana sudah disediakan angkutan umum yang memadai,” ujar Syafrin, Rabu (7/8/19) di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan

Baca Juga : Mbah Moen Wafat, Anies : Yang Maha Penyayang Memanggilnya Dekat Dengan Surga-Nya

Perluasan jalan ganjil genap meliputi Jalan RS Fatmawati, Jalan Panglima Polim, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Pramuka, Jalan Salemba Raya, Jalan Kramat Jati, Jalan Gunung Sahari, Jalan Majapahit, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Suryopranoto, Jalan Balikpapan, dan Jalan Tomang Raya.

“Seluruh jaringan yang tadi ditetapkan (ganjil genap) juga telah dilayani dengan angkutan massal kita, transjakarta, di mana di sana telah tersedia angkutan transjakarta dengan pola dedicated lane (jalur khusus), sifatnya tidak mixed traffic,” Ujar syafrin

Perluasan sistem ganjil geap ini juga di harapakan bias memperbaiki kualitas udara Jakarta. Sebab Perbaikan kualitas udara telah terjadi di ruas jalan yang di berlakukan sistem ganjil genap.

Baca Juga : 5 Destinasi Wisata Alam Baturaden Yang Wajib Untuk Para Traveller

Sementara itu menurut Pengamat Kebijakan Transportasi Azaz Tigor Nainggolan, tegaskan aturan ganjil dan genap hanya merupakan solusi sementara untuk mengendalikan penggunaan kendaraan bermotor yang berada di wilayah DKI Jakarta.

“Saya setuju kok kalau itu diberlakukan, karena itu bisa mengurangi gas buang emisi kendaraan yang sekarang mencapai 80 persen sebagai penyumbang polusi di Jakarta,” Ujar Azas

Dia juga menjelaskan seharusnya pemerintah DKI Jakarta fokus pada pengembangan ERP (Electronic Road Pricing) bagi kendaraan bermotor yang menggunakan fasilitas jalan raya di Ibu Kota, terutama di area yang terkenal macet.

“Perluasan wilayah ganjil- genap itu saya rasa kurang efektif, harusnya fokuskan ERP,” kata Azas.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of