oleh

RI Dibayangi Risiko Global Menteri Keuangan Waspada

JAKARTA, SENAYANEWS.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa pemerintah tetap mewaspadai risiko global yang mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi nasional.Namun, hal tersebut tidak membuat pesimis pemerintah dalam mengejar target pertumbuhan yang ditarget 5,3% pada tahun 2020. Sebab, pemerintah memiliki upaya untuk menjaga momentum laju ekonomi nasional.

Baca juga : OJK Sebut Perang Dagang Sebabkan Perlambatan Ekonomi Global

“Dalam menghadapi berbagai risiko global tersebut, Indonesia harus waspada tanpa merasa pesimis,” kata Sri Mulyani di ruang rapat. Dia bilang, Pemerintah berupaya agar momentum percepatan pertumbuhan ekonomi terus terjaga, meski di tengah berbagai tantangan dan gejolak lingkungan global yang makin meningkat.

Perekonomian dunia saat ini, kata Sri Mulyani, masih dihadapkan pada berbagai ketidakpastian, seperti perang dagang yang berlarut-larut dan eskalasinya semakin meningkat, perlambatan ekonomi di banyak negara di dunia, serta gejolak geopolitik yang masih banyak terjadi.

Baca juga : Startup Indonesia Besar Karena Investasi Asing

Dikatakan Sri Mulyani, perlambatan ekonomi global yang diperkirakan terjadi secara luas, terutama pada perekonomian negara maju, disebabkan oleh dinamika perdagangan dunia akhir-akhir ini dan beberapa isu struktural seperti penurunan produktivitas dan penuaan populasi.  Pertumbuhan ekonomi global di tahun 2020 diperkirakan akan bertumpu pada pertumbuhan ekonomi beberapa negara berkembang, ditopang oleh prospek pertumbuhan yang tetap solid di India, Indonesia, dan Vietnam. 

Pada kelompok negara ASEAN, Indonesia menjadi salah satu negara yang akan mendukung pertumbuhan ASEAN-5 di tahun 2020. ASEAN diprediksi menjadi kawasan yang dapat mengambil keuntungan di tengah peningkatan tensi perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Baca Juga : Founder KAHMI Preneur Sebut Tutupnya Ritel Disebabkan Lemahnya Proteksi Kebijakan

Meski demikian, kata Sri Mulyani, negara ASEAN pengekspor komoditas seperti Malaysia dan Indonesia, perlu terus berhati-hati pada dinamika harga komoditas. Akan tetapi, Pemerintah akan jeli mengambil peluang demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.”Kuncinya adalah dengan terus meningkatkan daya saing nasional. Daya saing nasional sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, ” jelas dia.

Baca juga : Founder KAHMI Preneur Sampaikan Tantangan Leadhership Dalam SUSPIMNAS

2
Leave a Reply

avatar
2 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] JAKARTA,SENAYANEWS.com – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) merevisi target dari rencana bisnis bank (RBB). Beberapa target dipangkas lebih rendah untuk tahun ini. Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mengatakan salah satu yang direvisi turun adalah target pertumbuhan kredit. BNI sebelumnya menetapkan target pertumbuhan kredit di 2019 sekitar 13-15%. […]

trackback

[…] JAKARTA, SENAYANEWS.com – Komisi IX dan Komisi XI DPR RI hari ini melakukan rapat kerja (raker) gabungan dengan pemerintah untuk membahas tindak lanjut hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dana BPJS Kesehatan dan grand design peta jalan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). […]