by

Survei Menyatakan Milenial Gemar Investasi Properti

-Milenial-37 views

SENAYANEWS.com – Pertengahan 2019 generasi milenial diharapkan sudah memasuki usia produktif dan telah independen dari segi finansial. Seiring dengan independensi finansial yang telah diraih itu, generasi milenial memiliki caranya sendiri untuk mengatur kebutuhan finansial mereka. Investasi jadi salah satu opsi mereka untuk mengelola keuangan sekaligus menerima keuntungan.

Sesuai data survei dari JakPat (salah satu mobile survei di Indonesia) kepada dua ribu responden, tercatat sebanyak 1.776 (88,2%) di antaranya memiliki produk investasi. Sementara, 224 responden (11,8%) belum mempunyai produk investasi.

Jumlah milenial menjadi investor properti pada 2018 meningkat cukup signifikan. Country General Manager Rumah123 Ignatius Untung mengatakan menurut hasil Sentiment Survey 2018 yang dilakukan Rumah123 jumlah investor millennial pada 2018 meningkat cukup signifikan sebesar 516,2%.

Baca juga : Akhirnya Nike Merilis Sneakers Kartun “Spongebob Squarepants” Agustus Ini

Pada 2018 millennial yang menjadi investor sebesar 27,29% dibandingkan pada 2017 hanya mencapai 4,43%. Meningkatnya angka millennial investor diakibatkan adanya perubahan definisi investor bagi millennial itu sendiri. Untung mengatakan meski baru membeli properti untuk kali pertama, milenial sudah menggolongkan dirinya sebagai investor, bukan lagi first home buyer.

“Responden milenial sudah cukup sadar bahwa properti memiliki return yang bagus. Jadi, meski bukan hunian idamannya, saat mampu membeli sebuah properti, maka mereka akan berpikir itu sebagai bentuk investasi,” ujar Untung.

Menurut hasil survei, sebanyak 60,32% milenial di rentang usia 22-28 tahun mencari hunian sebagai bentuk investasinya. Sementara 39, 68% lainnya belum berencana sedikitpun. Meningkat cukup banyak, setidaknya ada 75% milenial di rentang usia 29-35 yang mulai mencari hunian investasi. 

Baca juga : Investasi vs Ngopi, Milenial Tentukan Pilihanmu !

Selain itu, dalam survei juga diungkapkan, bahwa lokasi Depok dan Bekasi relatif menarik untuk milenial sebagai lokasi investasi dibandingkan dengan Bogor. Walaupun demikian DKI Jakarta dan Tangerang masih menjadi lokasi favorite pilihan millennial sebagai lokasi hunian untuk berinvestasi.

Umumnya generasi milenial mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan. Sebab, mereka memegang prinsip “Hidup Hanya Sekali” yang diterjemahkan dari You Only Live Once.

Meski mempunyai dampak positif, prinisip ini menurut psikolog klinis Cantyo Atindriyo membuat generasi milenial kesulitan merencanakan keuangannya dengan baik. “Pandangan bahwa hidup hanya sekali dan kalau tidak bersenang-senang sekarang, kapan lagi, ini tidak sepenuhnya dibenarkan,” ujarnya dalam peluncuran buku Kece Tanpa Kere oleh Permata Bank di Jakarta.

Baca juga : Bupati Karawang Siap Endorse Gratis di Instagram Untuk Mendukung Gerakan Wirausaha

Kegiatan bersenang-senang, berlibur, kongkow, dan kegiatan lainnya yang dilakukan anak muda tentu membutuhkan dana. “Dan untuk bersenang-senang, kita harus punya sumber dana dan mempertimbangkan apakah uang kita cukup,” ujarnya.

Meski begitu, Cantyo melanjutkan, poin positif dari prinsip hidup hanya sekali adalah agar lebih menikmati hidup. “Pandangan ini mengajarkan kita untuk hidup pada saat ini, karena memikirkan masa lalu hanya akan membuat depresi dan terus memikirkan masa depan akan membuat cemas,” katanya.

Namun, khusus untuk pengaturan keuangan, masa depan finansial wajib direncanakan dan dipersiapkan jauh hari untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.

Facebook Comments

Comment

News Feed