oleh

Tolak Paham Khilafah, Menhan Ryamizard Tegaskan Ke Mahasiswa UNS

SOLO, SENAYANEWS.com – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu memberikan pesan kepada para mahasiswa baru di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta. Ryamizard bicara soal paham radikal, khilafah, dan terorisme.

Ditegaksan oleh Ryamizard, Khilafah adalah sesuatu yang tak bisa diterima begitu saja di Indonesia, dan para mahasiswa generasi penerus bangsa inilah yang akan menyelamatkan bangsa dari paham tersebut.

“Mungkin khilafah paling benci sama saya, saya ngomong terus, tapi nggak apa-apa. Yang penting bangsa ini selamat. Yang menyelamatkan bangsa Indonesia ini 30 tahun ke depan ya kalian semua. Makanya kalian harus betul-betul mempraktikkan ini,” ujar Ryamizard, Selasa 13 Agustus 2019.

Baca Juga : FPI : NKRI Harga Mati, Tidak Ada Sisi Kami Yang Bertentangan Dengan Pancasila

Ryamizard mengatakan paham tersebut pertama kali muncul di Jazirah, Arab. Paham tersebut digunakan negara barat untuk memecah peradaban Ottoman Turki dengan Syekh Muhammad bin Abdul Wahab. Namun hingga kini paham tersebut ditolak di 21 negara seperti Arab Saudi, Yordania dan Malaysia.

“Mereka mulai mengkafirkan semua golongan selain kelompoknya, menolak tafsir Alquran yang menurutnya mengandung bid’ah. Mula-mula menyerang Syiah, sufi, lalu ahlussunnah. Kita ini ahlussunnah, Wajah Islam Indonesia penuh damai. Semuanya, Islam membawa rahmat di seluruh muka bumi, menjunjung tinggi nilai persatuan dan toleransi. Kedamaian Islam memiliki peran penting dalam kemerdekaan Indonesia,” katanya.

Ryamizard khawatir jika paham ini terus berkembang di Indonesia akan menjadi fungi radikalisme dan terorisme kedepan.

“Harimau yang ganas makan orang, tapi tidak pernah dia melukai anaknya. Itu macan. Tapi kalau kita lihat bom bunuh diri kemarin, bagaimana seorang ibu dengan dua anak menyongsong bom bunuh diri. Harusnya takut, tapi kenapa tidak takut? Mindset-nya sudah diubah, oleh siapa? Khilafah, teroris,” ujarnya.



Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of