oleh

10 Rig Migas di Laut Jawa dan Kaltim Mau Dibongkar

JAKRAT, SENAYANEWS.com – Pemerintah berencana membongkar 10 anjungan migas (rig) yang sudah tak lagi digunakan dalam satu tahun ke depan. Sepuluh rig tersebut berlokasi di Laut Jawa dan di wilayah perairan Kalimantan Timur (Kaltim).

Tujuh rig di Laut Jawa yang terletak di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I, dan tiga rig lainnya di Kaltim terletak di wilayah ALKI II.

“Di laut Jawa ada tujuh siap dibongkar. Di Kaltim ada tiga,” tutur Deputi I Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Purbaya Yudhi Sadewa kepada Senayanews, Senin (9/9/19).

Baca Juga : Perang Dagang Kian Tekan Ekonomi China, Siapa yang untung?

Purbaya mengatakan, 10 rig tersebut merupakan sebagian dari rencana pembongkaran anjungan migas pemerintah. Totalnya, ada 100 anjungan migas tak terpakai yang mau dibongkar.

“Itu kan ada 100 sebetulnya yang sudah harusnya dibongkar. Yang baru siap 10 yang sudah ready dibongkar sekarang. Lokasinya ada tujuh di Alki I, tiga di Alki II,” terang Purbaya.

Namun, ia belum menyampaikan target pembongkaran dari 90 anjungan sisanya. 10 anjungan tersebut yang akan dibongkar merupakan rig prioritas yang dinilai mengganggu alur pelayaran.

“Ya masih panjang lah (pembongkaran seluruh 100 anjungan), yang diutamakan yang ganggu alur pelayaran prioritas, yang di pinggir-pinggir kita bereskan secara bertahap. Ke depan tidak ada masalah lagi karena yang sudah jadi contoh (10 rig tersebut) untuk platform (rig) lain,” paparnya.

Baca juga : Rapat dengan Banggar DPR, Luhut Memaparkan Rencana Kerja Kementerian

Menanggapi itu, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Agus H. Purnomo mengatakan, pihaknya telah memberi izin pembongkaran anjungan migas ini. Pasalnya, anjungan-anjungan atau rig tersebut terletak di alur pelayaran.

“Intinya anjungan tak terpakai ini alur pelayaran, harus bebas dari itu. Jadi kami dukung, anjungan bongkar kami kasih izin, bongkar,” kata Agus usai menghadiri rapat koordinasi di kantor Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, di Jakarta Pusat.

Hindari Pertumpahan Minyak Lagi, Pertamina Percepat Bor Sumur Baru

PT Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java (PHE ONWJ) mempercepat pengeboran sumur baru relief well (RW) YYA-1RW yang berfungsi menutup sumur YYA-1.

VP Relations PHE ONWJ Ifki Sukarya mengatakan bahwa hingga saat ini, PHE ONWJ telah melakukan pengeboran sumur baru YYA-1RW yang sudah mencapai kedalaman sekitar 624 meter dari target 2.765 meter.

“Kami akan mengontrol sumur YYA-1 melalui sumur baru YYA-1RW ini sehingga nanti bisa secepatnya menutup sumur agar tidak lagi menumpahkan minyak,” ujar Ifki dalam keterangannya, Kamis (8/8/19).

Baca juga : Kemhub Rencanakan Pengadaan 100 Mobil Listrik untuk Eselon I dan II

Menurut Ifki, sumur baru dibor secara miring menuju lokasi lubang sumur YYA-1 hingga mencapai titik kedalaman tanah tertentu untuk menutup sumur YYA-1. Pengeboran sumur baru itu telah dimulai sejak Kamis (1/8/19) pukul 14.00 WIB atau dua hari lebih cepat dari jadwal semula. Ia mengatakan bahwa pengeboran sumur relief well YYA-1RW merupakan upaya PHE ONWJ untuk menghentikan gelembung gas di sumur YYA-1 setelah selama satu minggu terakhir melakukan survei untuk menentukan titik sumur dan penempatan menara bor (rig).

“Pemilihan lokasi pengeboran sumur baru itu telah melalui kajian keamanan dari tiga aspek yakni HSSE, subsurface, dan seabed survey,” imbuh Ifki.

Ifki juga mengatakan bahwa PHE ONWJ memakai perusahaan well control kelas dunia, Boots & Coots untuk mematikan sumur YYA-1. Menurutnya, perusahaan asal Amerika Serikat ini berpengalaman dan telah terbukti menghentikan insiden serupa sumur YYA-1 dengan skala jauh lebih besar di Teluk Meksiko.

“Nanti setelah sumur YYA-1 dinyatakan mati akan dilakukan monitoring selama 24 jam penuh sebelum dilanjutkan ke proses plug and abandon atau penutupan sumur secara permanen,” ucap Ifki.

Baca juga : Istana: Presiden Jokowi Komitmen Memperkuat KPK

Sebagai langkah antisipasi, IMT juga memasang satu set oil boom sepanjang 400 m di sekitar FSRU Nusantara Regas, 4 skimmer, dan 44 kapal. Sedangkan di onshore, penanganan dilakukan dengan menggunakan 2.670 meter oil boom di muara sungai dan pembersihan bersama dengan masyarakat dan pihak terkait.

Ifki mengatakan bahwa untuk mendapat infomasi mengenai penangangan sumur YYA-1, Pertamina membuka Media Center di Kantor PHE Tower Lt Mezanine. Jl TB Simatupang Kav 99, PS Minggu, Jakarta Selatan dan di Kantor Pusat Pertamina Gd Perwira 6, Lt 1 Jl Medan Merdeka Timur No.1A Jakarta Pusat. Adapun media update dilakukan setiap hari di Jam 11.00 WIB.



1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Baca juga: 10 Rig Migas di Laut Jawa dan Kaltim Mau Dibongkar […]