oleh

15 Kasus Kebakaran Hutan Kalbar dilakukan Oleh Korporasi

SENAYANEWS.com – Kapolda Kalimantan Barat(Kalbar) Inspektur Jenderal Didi Haryono mengatakan hingga saat ini sedang memproses 66 tersangka dari 66 kasus kebakaran hutan dan lahan  di seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Barat.

“Dari 66 kasus Karhutla itu, sebanyak 15 kasus di antaranya dilakukan oleh korporasi atau pihak perusahaan,” kata Didi Haryono di Pontianak, Selasa (17/09/19).

Ia menjelaskan dalam kasus korporasi, dua kasus saat ini dalam proses penyidikan dan 13 kasus dalam proses penyelidikan. Dan dari 13 korporasi ini juga pihaknya telah melakukan penyegelan di beberapa wilayah mulai dari Ketapang, Kubu Raya, Sambas, Sintang dan Mempawah.

Baca juga: Kabut Asap Semakin Parah, Pemkot Singkawang Liburkan Sekolah

Didi juga menyebutkan dari kasus-kasus itu dengan pelaku perorangan saat ini 25 orang yang kasusnya masih dalam sidik, 25 orang kasusnya sudah tahap satu, dan tiga orang kasusnya sudah tahap dua.

“Tahap satu kasusnya sudah kami kirim ke jaksa. Jadi tinggal menunggu teman-teman di kejaksaan memberi kami informasi bagaimana kelengkapan berkas perkaranya,” kata dia.

Ia menjelaskan dalam kasus korporasi, dua kasus saat ini dalam proses penyidikan dan 13 kasus dalam proses penyelidikan. Dan dari 13 korporasi ini juga pihaknya telah melakukan penyegelan di beberapa wilayah mulai dari Ketapang, Kubu Raya, Sambas, Sintang dan Mempawah.

Baca juga: Kebakaran TPA Tamangapa Makassar Telah Padam

“Tahap satu kasusnya sudah kami kirim ke jaksa. Jadi tinggal menunggu teman-teman di kejaksaan memberi kami informasi bagaimana kelengkapan berkas perkaranya,” Ucapnya.

Ia mengatakan, saat ini ribuan personel gabungan dari jajaran Polda Kalbar, Kodam XII/Tpr, Lanud Supadio, Lantamal XII/ Pontianak, BPBD, Pemda dan masyarakat bersama-sama melakukan patroli pencegahan dan pemadaman, memberi imbauan larangan melakukan Karhutla langsung kepada masyarakat di desa-desa.

Terkait hal itu, Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), telah menyegel 42 perusahaan di lima provinsi, yang diduga sebagai penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Melalui Direktur Jenderal (Dirjen) Penegakan Hukum KLHK, Rasio Ridho Sani mengatakan, lima provinsi yang menjadi sasaran pengawasan yakni Riau, Jambi, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Dari pengawasan itu, alhasil ada puluhan perusahaan yang disegel.

“Sampai saat ini kami sudah melakukan penyegelan, upaya ini kami lakukan untuk penegakan hukum. Sampai hari ini ada 42 lokasi perusahaan yang kami lakukan penyegelan dan satu lokasi (lahan konsesi) milik masyarakat. Sehingga total ada 43 lokasi yang kami segel,” katanya di Gedung BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Sabtu lalu (14/09/19).

3
Leave a Reply

avatar
3 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Baca juga: 15 Kasus Kebakaran Hutan Kalbar dilakukan Oleh Korporasi […]

trackback

[…] Baca juga: 15 Kasus Kebakaran Hutan Kalbar dilakukan Oleh Korporasi […]

trackback

[…] Baca juga: 15 Kasus Kebakaran Hutan Kalbar dilakukan Oleh Korporasi […]