oleh

3 Anggota DPR RI Fraksi PKB Akan Jalani Pemeriksaan Di KPK

JAKARTA, SENAYANEWS.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tiga anggota DPR RI untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan yang digarap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk tahun anggaran 2016.

Ketiga anggota legislatif itu antara lain anggota Komisi V DPR RI fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Fathan. Lalu anggota Komisi III DPR RI fraksi PKB, Jazilul Fawaid. Terakhir, anggota DPR RI dari fraksi PKB, A Helmi Faishal Zaini. Ketiga kader PKB itu akan dimintai keterangan untuk melangkapi berkas penyidikan tersangka Hong Artha.

“Ketiganya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HA (Hong Artha),” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Senin (30/09/19).

Baca juga: Perpu KPK, Ini Syarat MK untuk Presiden Lahirkan Perppu

Febri menjelaskan, panggilan dari KPK kepada Fathan dan Faishal Zaini merupakan untuk kali kedua. Mereka sebelumnya diperiksa KPK pada pertengahan bulan lalu. Hingga kini, belum diketahui keterangan yang akan didalami KPK dari ketiga anggota dewan tersebut.

Ia pun terlihat duduk di kursi di lobi gedung KPK. Ia kemudian masuk ke ruang pemeriksaan dengan antar satu petugas KPK.

Kasus dugaan suap pengerjaan proyek jalan Kementerian PUPR ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap eks anggota DPR Fraksi PDIP Damayanti Wisnu Putranti pada 13 Januari 2016. Total ada 12 orang yang terjerat kasus suap tersebut.

Hong Arta yang merupakan Direktur dan Komisaris PT SR (PT Sharleen Raya JECO Group) diduga memberi suap kepada eks Kepala Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan Nasional (BPJJN) Wilayah IX Amran Mustary dan Damayanti. KPK menduga Hong Arta memberi suap Rp 8 miliar dan Rp 2,6 miliar kepada Amran.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, tiga politikus PKB itu diperiksa dalam kasus suap terkait proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun Anggaran 2016.

Baca juga: Usai Ditetapkan Tersangka, Aspri Menpora Keluar Dari Gedung KPK

“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HA (Hong Arta John Alfred, Direktur dan Komisaris PT Sharleen Raya (SR) JECO Group),” kata Febri dalam keterangannya pers, Senin,(30/09/19)

Dalam kasus ini, KPK telah menyeret 11 tersangka ke meja hijau. Hong merupakan tersangka ke-12. Dia merupakan ‎komisaris sekaligus direktur utama PT Sharleen Raya JECO Group. 

Hong diduga kuat telah memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada penyelenggara negara. Penyelenggara yang dimaksud Kepala Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara, Amran HI Mustary. Diduga, Hong telah memberikan uang sebesar Rp10,6 miliar pada 2015 silam. 

Selain itu, Hong Artha juga diduga telah memberikan uang senilai Rp1 miliar kepada Damayanti Wisnu Putranti selaku anggota DPR pada 2015. Sejak ditetapkan tersangka pada (02/07/19), KPK belum melakukan penahanan terhadap Hong Artha.

Atas tindakannya itu, Hong Artha disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

3
Leave a Reply

avatar
3 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

… [Trackback]

[…] Find More Information here to that Topic: senayanews.com/2019/09/3-anggota-dpr-ri-fraksi-pkb-akan-jalani-pemeriksaan-di-kpk/ […]

trackback

… [Trackback]

[…] Find More Info here on that Topic: senayanews.com/2019/09/3-anggota-dpr-ri-fraksi-pkb-akan-jalani-pemeriksaan-di-kpk/ […]

trackback

… [Trackback]

[…] Find More Info here to that Topic: senayanews.com/2019/09/3-anggota-dpr-ri-fraksi-pkb-akan-jalani-pemeriksaan-di-kpk/ […]