oleh

Apakah, Pembentukan Provinsi Maluku Tenggara Raya Berjalan Mulus?

SENAYANEWS.com – Kepala Biro Pemerintahan Setda Maluku, Jasmono, menyilakan pemerintah, DPRD dan komponen masyarakat di lima kabupaten/kota mempersiapkan pembentukan Provinsi Maluku Tenggara Raya(MTR) karena secara administrasi telah memenuhi persyaratan Daerah Otonom Baru (DOB).

Namun, sampai saat ini, pemerintah masih memberlakukan moratorium pemekaran atau pembentukan DOB.

“Hanya bila ada keinginan untuk membentuk Provinsi MTR, maka silakan dipersiapkan sejak dini sesuai ketentuan perundang-undangan,” katanya, dikonfirmasi, minggu (8/9/19).

Baca juga: Disertasi Seks Di luar Nikah, Kemenag Dan MUI Angkat Bicara

Pernyataan Jasmono ini sehubungan adanya dukungan dari Bupati Maluku Tenggara, Thaher Hanubun dalam menanggapi permintaan Ketua Komisi A DPRD Provinsi Maluku, Melkias Frans agar Pemkab Maluku Tenggara dan Pemkot Tual mempersiapkan dukungan bagi terbentuknya provinsi MTR.

Dia mengakui, Pemprov Maluku bersama DPRD telah membicarakan perlunya membentuk satu provinsi lagi mengingat rentang kendali sembilan kabupaten dan dua kota yang ada saat ini kurang optimal untuk percepatan pembangunan serta kelancaran pemerintahan dan pelayanan sosial.

“Jadi keinginan itu perlu diwujudkan, (harus) ada komitmen dari Pemkab Maluku Tenggara, Kota Tual, Pemkab Kepulauan Aru, Pemkab Maluku Tenggara Barat(MTB) dan Pemkab Maluku Barat daya (MBD) bersama masing – masing DPRD untuk mempersiapkan pemekaran dan pembentukkan Provinsi MTR,” ujar Jasmono.

“Hanya saja terkendala moratorium sehingga ditangguhkan, termasuk 13 DOB yang telah ditetapkan Pemprov dan DPRD Maluku di Ambon pada 1 Juni 2015, selanjutnya diusulkan kepada pemerintah pusat,” kata Jasmono.

Baca juga : Airlangga : Mobil Esemka Jokowi Akan Laku Keras

13 DOB tersebut yakni Kabupaten Kepulauan Terselatan di Kabupaten MBD, Kabupaten Kepulauan Gorom Wakate di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Kabupaten Seram Utara Raya di Kabupaten Maluku Tengah.

Kemudian, Kabupaten Kei Besar di Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Aru Perbatasan di Kabupaten Kepulauan Aru, Kabupaten Tanimbar Utara di Kabupaten MTB, Kabupaten Buru Kayeli di Kabupaten Buru, Kota Bula di Kabupaten SBT dan Kota Kepulauan Lease di Kabupaten Maluku Tengah.

Sebelumnya, Bupati Maluku Tenggara, Thaher Hanubun menyatakan Pemkab dan masyarakat kabupaten ini mendukung pemekaran ataupun perjuangan pembentukan Provinsi MTR.

“Pemekaran atau perjuangan Provinsi MTR itu sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat, tinggal kita membangun opini tetapi perlu aksi,” Ujarnya.

Thaher mengaku pernah membicarakan rencana pemekaran MTR sebagai provinsi dengan beberara kepala daerah di kawasan itu seperti Bupati MTB, Petrus Fatlolon.

Baca juga : Sudah Sampai Mana Pembangunan Tol Trans Sumatera?

“Ke depan, semoga ada acara atau waktu bagi lima kepala daerah di MTR untuk berbicara dan menyampaikan pikiran, untuk memberikan dukungan. Saya memastikan Maluku Tenggara akan mendukung, dan semoga juga didukung oleh empat daerah yang lain,” Ujarnya.

Mengenal Maluku Tenggara

Letak dan Batas Wilayah

Kabupaten Maluku Tenggara menurut Astronomi terletak antara : 5º sampai 6,5º Lintang Selatan dan 131º sampai 133,5º Bujur Timur.
Adapun letaknya menurut Geografis dibatasi antara lain oleh :

  • Sebelah Selatan : Laut Arafura
  • Sebelah Utara : Irian Jaya Bagian Selatan, Wilayah Kota Tual.
  • Sebelah Timur : Kepulauan Aru
  • Sebelah Barat : Laut Banda dan bagian Utara Kepulauan Tanimbar.


Luas Wilayah
Luas Wilayah Kabupaten Maluku Tenggara ± 7.856,70 Km², dengan luas daratan ± 4.676,00 Km² dan luas perairannya ± 3.180,70 Km².
Kabupaten Maluku Tenggara hanya terdiri atas 1 Gugusan Kepulauan yaitu: Gugusan Kepulauan Kei yang terdiri atas Kepulauan Kei Kecil dengan Luas seluruhnya 722,62 Km² dan Pulau Kei Besar dengan Luas 550,05 Km². Dengan jumlah Pulau tersebut sebanyak 25 buah pulau.

Baca juga : Istana: Presiden Jokowi Komitmen Memperkuat KPK

Topografi
Secara Topografi Pulau Kei Kecil, dengan ketinggian ± 100 M diatas permukaan laut. Beberapa Bukit rendah di Tengah dan Utara mencapai 115 M. Pulau Kei Besar berbukit dan bergunung yang membujur sepanjang pulau dengan ketinggian rata-rata 500 – 800 M dengan Gunung Dab sebagai puncak tertinggi, dataran rendah merupakan jalur sempit sepanjang pantai.

Geologi
Menurut peta Geologi Indonesia [1965], Pulau / Kepulauan di Maluku Tenggara terbentuk / tersusun dari tanah dan batuan yang tercatat sebanyak 3 jenis Tanah dan 5 jenis Batuan , secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 1.1.9.

Iklim
Iklim dipengaruhi oleh Laut Banda, Laut Arafura dan Samudera Indonesia juga dibayangi oleh Pulau Irian di Bagian Timur dan Benua Australia di Bagian Selatan, sehingga sewaktu-waktu terjadi perubahan.

Baca juga : Laode M. Syarif Menantang Fahri Hamzah Soal RUU KPK

a. Musim

  1. Keadaan musim teratur, musim Timur berlangsung dari bulan April sampai Oktober. Musim ini adalah musim Kemarau. Musim Barat berlangsung dari bulan Oktober sampai Februari. Musim hujan pada bulan Desember sampai Februari dan yang paling deras terjadi pada bulan Desember dan Februari.
  2. Musim Pancaroba berlangsung dalam bulan Maret / April dan Oktober / Nopember.
  3. Bulan April sampai Oktober, bertiup angin Timur Tenggara. Angin kencang bertiup pada bulan Januari dan Februari diikuti dengan hujan deras dan laut bergelora.
  4. Bulan April sampai September bertiup angin Timur Tenggara dan Selatan sebanyak 91% dengan angin Tenggara dominan 61% .
  5. Bulan Oktober sampai Maret bertiup angin Barat Laut sebanyak 50% dengan angin Barat Laut dominan 28%.

b. Curah Hujan
Curah Hujan antara 2.000 – 3.000 mm per tahun terdapat di Pulau Kei Kecil. Sedangkan di Pulau Kei Besar diatas 3.000 mm per tahun. Tahun 2008 curah hujan di Kabupaten Maluku Tenggara secara keseluruhan adalah 2.441,9 mm per tahun atau rata-rata 203,5 mm per bulan dengan jumlah hari hujan sebanyak 225 hari atau rata-rata 18,8 hari hujan per bulan.

Baca juga: Sempat Kritik Wacana 10 Pimpinan MPR, Fahri Kini Bicara ‘Sinyal Jokowi’

c. Suhu, Kelembaban, Penyinaran Matahari dan Tekanan Udara

  1. Suhu rata-rata untuk tahun 2008 sesuai data dari Stasiun Meteorologi Dumatubun Langgur adalah 27,3 ºC dengan suhu minimum 23,8 ºC dan maksimum 31,8 ºC
  2. Kelembaban rata-rata 86,1 %, penyinaran matahari rata-rata 61,8 % dan tekanan udara rata-rata 1009,9 milibar.

d. Tipe Iklim

Berdasarkan klasifikasi Agroklimate menurut OLDEMAN, IRSAL dan MULADI [1981], di Maluku Tenggara terdapat Zone Agroklimat, Zone C2 bulan basah 5 – 6 bulan dan kering 4 – 5 bulan.

Hidrologi

a. S u n g a i

Sungai yang berair sepanjang tahun tercatat sebanyak 7 buah antara lain:

  • Pulau Kei Kecil sebanyak 3 buah
  • Pulau Kei Besar sebanyak 4 buah
  • b. D a n a u
    Danau-danau di Kabupaten Maluku Tenggara sebanyak 2 buah, Ablel dan Wearlaai di Pulau Kei Kecil.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of