oleh

Bank PHK Besar-besaran, Hampir 60 Ribu Orang

JAKARTA, SEMAYANEWS.com – Bank-bank besar di Eropa mulai melakukan PHK besar-besaran. Jumlah pegawai bank yang terkena PHK mendekati 60 ribu karyawan.

Diberitakan CNBC Indonesia, salah satunya adalah Commerzbank asal Jerman. Belum lama ini, Commerzbank melaporkan bahwa mereka akan memangkas sekitar 4.300 karyawan. Pemangkasan jumlah karyawan ini merupakan upaya restrukturisasi yang sudah dilakukan selama tiga tahun terakhir.

“Pengurangan jumlah pegawai di seluruh Grup lebih lanjut disesalkan tetapi tidak bisa dihindari. Diperkirakan tambahan 4.300 posisi penuh waktu akan dipangkas di seluruh Grup,” jelas Commerzbank melalui siaran persnya.

Baca juga: TNI-Polri: Korban kerusuhan Papua Sudah mencapai 16 Orang Tewas Dan 65 Luka-Luka

Di luar Jerman, bank di Spanyol, Inggris dan Prancis juga memangkas pekerja untuk meningkatkan profit. Setidaknya sudah ada 10 bank besar di Eropa telah melakukan PHK di 2019.

Dalam bagan yang ditulis Bloomberg dilansir CNBC Indonesia, bank Eropa mencatatkan persentase PHK paling banyak di 2019 hingga 52.424. Sementara Amerika Utara menyusul dengan 2.769, Timur Tengah dan Afrika dengan 2,487 dan Asia Pasific sebanyak 513.

Selain Deutsche Bank dan Commerzbank Jerman, ada juga Santander 5.433 pegawai, dan HSBC 4.000 pegawai.

Lalu ada Barclays dan Alfa-Bank JSC masing-masing 3.000 pegawai, KBC 2.150 pegawai, dan SocGen 2.130 pegawai. Ada pula Calxabank 2.023 pegawai dan National Bank of Greece 1.700 pegawai.

Pengumuman Pengangguran Rp 500 Ribu/Bulan Mulai 2020

Gambar terkait

Pemerintah memastikan bahwa para lulusan SMK/SMA dan perguruan tinggi, hingga korban pemutusan hubungan kerja (PHK) alias pengangguran akan diberikan insentif mulai tahun 2020.

Insentif yang diberikan oleh Pemerintah sebesar Rp 300-Rp 500 ribu per bulan dan ditujukan kepada para pengangguran yang mengikuti program Kartu Pra Kerja. Adapun, program tersebut akan diberikan selama dua sampai tiga bulan dan ditujukan kepada 2 juta masyarakat.

Rencana pemberian insentif juga ke depannya akan melibatkan perusahaan layanan jasa berbasis digital. Pemerintah sendiri telah mengalokasikan anggaran program Kartu Pra Kerja sekitar Rp 10 triliun pada tahun 2020.

Baca juga: Pengamat: Revisi UU KPK Mafia Migas Makin Sulit Ditangkap

Pemerintah memastikan bahwa pelaksanaan program Kartu Pra Kerja akan diberikan ke 2 juta orang dan dimulai pada awal tahun 2020. Dalam RAPBN 2020, anggaran yang disediakan untuk program ini sekitar Rp 10 triliun.

Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan, para peserta program Kartu Pra Kerja nantinya akan mendapat insentif sebesar Rp 300-Rp 500 ribu per bulannya.

“Sambil mencari pekerjaan itu lah nanti akan menyiapkan insentif kepada mereka, kurang lebih antara sekitar Rp 300-Rp 500 ribu paling lama 3 bulan,” kata Moeldoko usai rakor di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (24/9/19).

Moeldoko menjelaskan, program Kartu Pra Kerja merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan skill atau keterampilan bagi masyarakat Indonesia. Pemerintah pun tidak membatasi atau mengklasifikasi umur masyarakat yang ingin mengakses program tersebut.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of