oleh

BCA Incar Pembiayaan Fintech Sektor Agrikultur

JAKARTA, SENAYANEWS.com – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membuka peluang pembiayaan nasabah ke sektor agrikultur. Peluang ini terbuka karena beberapa perusahaan startup teknologi finansial (tekfin) mulai mengembangkan usahanya secara signifikan.

Kepala Grup Digital Innovation Solution BCA Jayaprawirya Diah mengatakan saat ini perusahaan menggencarkan kolaborasi dengan startup tekfin untuk menjaga peluang yang sudah ada. “Kalau dilihat dari portofolio teman-teman startup kan cukup beragam. Jadi kita lihat juga hal tersebut membuka peluang bagi perbankan, industri kita ini hanya boleh fokus ke finansial,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (20/9/19).

Baca juga: Revisi UU KPK: Pemberantasan Korupsi Dipastikan Suram!

BCA memiliki program SYNRGY yang bertujuan mengakselerasi sejumlah startup tekfin berdasarkan hasil seleksi. Program ini diinisiasi BCA dan dalam pelaksanaannya, bank swasta terbesar di Indonesia ini, menggandeng Digitaraya serta Google Developers Launchpad.

Program ini juga menjadi innovation hub dengan program-program yang disiapkan untuk membantu perusahaan rintisan mengembangkan bisnis dengan lebih cepat dan baik. “Pada program SYNRGY ada 8 startup tekfin bergerak beragam bidang seperti bisnis mikro, penyedia solusi restrukturisasi bagi konsumen, manajemen properti, pertanian, investasi emas, serta penawaran saham berbasis teknologi informasi,” ucapnya.

Startup Kuliner PHK Ratusan Pegawai, Alasannya

Gambar terkait

Platform agregator bidang kuliner zomato  memutuskan untuk memberhentikan 540 pegawainya pada bulan ini. Pemutusan hak kerja (PHK) tersebut adalah ronde kedua setelah sebelumnya Zomato memberhentikan 60 pegawainya pada Agustus lalu.

Alasan perusahaan startup  dengan nilai valuasi US$3,6 miliar memberhentikan pegawainya, menurut HSBC Global Research, adalah otomatisasi bagian customer support.

Baca juga: KPK: Imam Nahrawi Tersangka Kasus Dana Hibah KONI

“Selama beberapa bulan terakhir kami melihat produk teknologi dan platform kami berevolusi dan berkembang dengan signifikan. Layanan bantuan kami sekarang lebih cepat, contohnya sekarang hanya sebanyak 7,5% pesanan yang masih membutuhkan bantuan,” ujar Zomato seperti dilansir dari Economic Times (16/9/19).

Zomato menolak menyebut pemberhentian ratusan pegawainya sebagai salah satu upaya ‘perampingan’ finansial.

“Tahun ini kami sudah melakukan rekrutmen sebanyak 1.200 pegawai lintas fungsi. Kami masih melakukan rekrutmen untuk bagian tim data analis, produk, dan teknologi,” ujar Zomato dalam pernyataan resminya.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of