oleh

BRI Sepakat Sunarso Jadi Dirut Baru

JAKARTA, SENAYANEWS.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) hari ini menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk menentukan Direktur Utama yang baru. Sebelumnya posisi ini kosong setelah Suprajarto ditunjuk jadi Dirut PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dan menolaknya.

Hasil RUPSLB pun menyepakati ditunjuknya Sunarso menjadi Direktur Utama BRI secara definitif. Sebelumnya dia merupakan Wakil Direktur Utama BRI. Selain itu banyak direksi BRI yang juga dicopot.

Baca Juga : Neraca Dagang RI Defisit 60 Juta Dolar AS pada Juli

Sebelumnya Suprajarto menolak tugas dari Menteri BUMN Rini Soemarno untuk menjadi Direktur Utama BTN. Dia lebih memilih untuk mengundurkan diri, lantaran mengaku tidak pernah diajak bicara terkait keputusan tersebut.

Blak- blakan Sri Mulyani menceritakan awal pertemuannya dengan Agus adalah saat pemerintah mencari pimpinan untuk Bank Mandiri yang harus disehatkan usai disuntik Rp 170 triliun. Kemudian, Sri Mulyani kembali berurusan dengan Agus saat ia harus pergi ke Washington DC untuk menjadi managing director World Bank.

Baca Juga : Perang Dagang Kian Tekan Ekonomi China, Siapa yang untung?

“Waktu itu saya harus ke DC (2010) dan mencari siapa yang mau menggantikan Menteri Keuangan (Menkeu), saya kira mungkin orang seperti Pak Agus tepat untuk menggantikan Menkeu. Bukan hal mudah memang ada di posisi Menkeu saat itu,

” kata Sri Mulyani di Gedung BI, Jakarta, Senin (9/2/19).

Dia juga menceritakan, saat itu tahun 2008 krisis keuangan global melanda dunia. “Di satu sisi orang Indonesia itu masih punya kepercayaan takhyul kalau akan ada krisis 10 tahunan. Memang waktu itu saat saya di G20 ada peringatan cloud is coming. Kemudian Lehman Brother jatuh dan akhirnya terjadilah krisis juga di Indonesia,” ujarnya.

Sri Mulyani menceritakan, saat itu ada dua bank yang bermasalah yakni Bank Indover atau anak usaha Bank Indonesia (BI) dan Bank Century. Untuk Century yang bermasalah, Sri Mulyani sempat mendapatkan telepon dari Muliaman Hadad saat itu masih menjabat Deputi Gubernur BI.

Baca Juga : Investasi Melorot, INDEF Minta Jokowi Segera Rombak Tim Ekonomi

Setelah mendapatkan info tersebut, Sri Mulyani akhirnya mendapatkan fax resmi dari Indonesia yang memberitahukan masalah Century. “Tiba-tiba saya dikasih tahu kalau Century bermasalah, Century tuh opo saya tidak tahu, lalu dikirimi fax isinya setengah halaman. Tulisannya Bank Century sistemik akan collapse. Saya langsung tanya siapa itu Bank Century dan pemiliknya,” jelas dia.

Kemudian Sri Mulyani akhirnya pulang ke Indonesia dan menyampaikan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait Century dan ia tidak meneruskan pertemuan G20. 

“Saya bilang ke Pak SBY, pak sebaiknya saya pulang ada bank sistemik kata BI. Setelah pulang saya tanyakan kepada perbankan bagaimana kondisinya,” imbuh dia.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of