oleh

Dirut PTPN III Kena OTT KPK, Kementerian BUMN Buka Suara

SENAYANEWS.com – Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III (Persero) Dolly Pulungan, dan Direktur Pemasaran I Kadek Kertha Laksana semalam terjerat operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan KPK dalam menangani kasus ini.

“Kementerian BUMN bersama PTPN III siap bekerja sama dengan KPK dalam menangani kasus ini,” tutur Wahyu dalam keterangan resminya, Rabu (4/9/19).

Baca juga : OJK Sebut Perang Dagang Sebabkan Perlambatan Ekonomi Global

Untuk status kedua tersangka tersebut, Wahyu mengatakan pihaknya akan melakukan konsultasi dengan Biro Hukum Kementerian BUMN untuk mencopot keduanya dari direksi PTPN III.

“Kementerian BUMN menghormati dan menjunjung asas praduga tidak bersalah, termasuk mengenai non aktif Dirut dan Direksi akan dikonsultasikan pada Biro Hukum Kementerian BUMN,” terang Wahyu.

Sementara itu, Wahyu meminta seluruh jajaran PTPN III untuk tetap menjalankan operasional perusahaan sebaik mungkin.

“Kementerian BUMN meminta manajemen PTPN III untuk melaksanakan dan memastikan operasional perusahaan tetap berjalan dengan baik, terutama terus memberikan pelayanan yang optimal,” kata dia.

Baca juga : Startup Indonesia Besar Karena Investasi Asing

Sepanjang 2019 ini, ada beberapa nama pejabat BUMN kena OTT KPK. Berikut sederet namanya:

Eks Direktur Krakatau Steel Wisnu Kuncoro
Mantan Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel (Persero) Wisnu Kuncoro sebelumnya Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Dia terjaring operasi OTT KPK pada 23 Maret 2019 lalu. Wisnu ‘nyangkut’ di KPK terkait dugaan pengadaan barang dan jasa. KPK menduga kuncoro menggunakan perantara bernama Alexander Muskitta untuk menerima suap.

Eks Dirut PLN Sofyan Basir
Pada April 2019 lalu, Sofyan Basir ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Terseretnya Sofyan menjadi salah satu berita besar tahun ini, sebab saat itu dia adalah orang nomor satu di salah satu BUMN terbesar di Indonesia, PT PLN (Persero).

Baca Juga : Founder KAHMI Preneur Sebut Tutupnya Ritel Disebabkan Lemahnya Proteksi Kebijakan

Sofyan terlibat dalam kasus dugaan suap berkaitan dengan proses kesepakatan proyek Independent Power Producer Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (IPP PLTU MT) Riau-1 antara PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PJBI) dan Blackgold Natural Resources (BNR) Ltd dan China Huadian Engineering Company Limited (CHEC) Ltd. 

Eks Dirkeu AP II Andra Y Agussalam
Belum lama ini, tepatnya pada 1 Agustus 2019, KPK mengamankan Direktur Keuangan (Dirkeu) PT Angkasa Pura II Andra Y Agussalam dalam OTT pada 1 Agustus. Andra diduga menerima suap dari PT INTI.



Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of