oleh

Dolar AS Menguat di Tengah Maraknya Aksi Demo

JAKARTA, SENAYANEWS.com – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis di tengah maraknya aksi demo tolak pengesahan rancangan undang-undang (RUU) siang ini. Mata uang Paman Sam itu bertengger di Rp 14.100.

Mengutip data perdagangan Reuters, Selasa (24/9/19), the greenback pagi tadi masih berada di kisaran Rp 14.090. Posisi tersebut lebih tinggi dari posisinya kemarin di Rp 14.080.

Menjelang tengah hari, dolar AS kembali naik tipis ke posisinya sekarang ini di Rp 14.100. Dalam beberapa pekan terakhir in dolar AS memang masih berada di atas Rp 14.000.

Baca juga : KAHMIPreneur Merespon Positif Kritikan Jokowi Dalam Proses Legislasi

Seperti diketahui, hari ini DPR akan membahas enam RUU di rapat paripurna. Keenam RUU tersebut bakal dibahas pada pembicaraan tingkat II atau pengambilan keputusan.

Ini enam RUU tersebut:
– RUU Pemasyarakatan (PAS)
– RUU perubahan UU Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (PPP)
– RUU APBN 2020
– RUU Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan
– RUU Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan dan RUU Pesantren

Mahasiswa di berbagai kota pun menggelar aksi demo menolak pembahasan RUU ini, contohnya di Jakarta, Solo, hingga Palembang.

Rupiah Loyo Karena Aksi Demo?

Hasil gambar untuk foto mahasiswa senayan

Aksi demo penolakan pengesahan RUU KPK dan RUU KUHP oleh masyarakat dan mahasiswa memberikan kekhawatiran bagi beberapa kalangan, bahkan dianggap memberikan dampak pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Di penghujung hari, rupiah berbalik arah. Dolar AS mendominasi hingga akhirnya rupiah melemah 0,31% ke posisi Rp 14.085 per dolar AS. Padahal pagi harinya, mata uang Garuda cenderung stabil. Lantas apakah pelemahan rupiah karena aksi demo?

Baca juga : KAHMIPreneur Desak POLRI Lindungi Pedagang dan Pusat Ekonomi di Papua

Direktur Investa Saran Mandiri, Hans Kwee mengatakan aksi demo penolakan pengesahan RUU KPK dan RUU KUHP tidak ada kaitannya dengan pelemahan nilai tukar rupiah sore ini.

Menurutnya, penyebab utama pelemahan rupiah adalah gagalnya pertemuan delegasi China dengan AS.

“Iya faktor global, minggu lalu rupiah juga melemah setelah Fed menurunkan bunga, BI juga turunkan bunga, tetapi Fed tidak meyakinkan tidak menaikkan bunga lagi jadi pasarnya agak melemah,” kata Hans saat dihubungi detikcom, Jakarta, Senin (23/9/19).

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] JAKARTA, SENAYANEWS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini terus terperosok di tengah maraknya aksi demo tolak pengesahan rancangan undang-undang (RUU). Bukan cuma itu, aliran modal asing juga tercatat keluar lebih dari Rp 530 miliar. […]