oleh

Fadli Sebut Karhutla Bikin Sawit RI Ditolak Dunia

JAKARTA, SENAYANEWS.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon mengomentari soal isu kebakaran hutan dan lahan. Dalam kejadian ini menurutnya ada keterkaitan antara industri sawit dengan kebakaran hutan.

Dalam akun Twitternya, Fadli menilai kebakaran ini disebabkan oleh industri kelapa sawit yang melakukan pembukaan lahan dengan cara merusak lingkungan. Di sisi lain, pemerintah dinilai kurang tegas menindak kasus itu.

Baca juga: KPK: Imam Nahrawi Tersangka Kasus Dana Hibah KONI

Alhasil, Fadli menyimpulkan kebakaran hutan dan lahan hanya membuat citra industri kelapa sawit makin buruk di mata dunia. Simak informasi lengkapnya, klik halaman selanjutnya

“Bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat ini sedang terjadi tak ubahnya seperti lemparan kotoran bagi para diplomat kita yang sedang berjuang meyakinkan Uni Eropa dan juga WTO (World Trade Organization) untuk mendukung produk sawit Indonesia,” dikutip detikcom dari Twitternya.

Baca juga: Revisi UU KPK: Pemberantasan Korupsi Dipastikan Suram!

Sederhananya, lanjut dia, bagaimana Indonesia bisa merayu negara-negara Eropa untuk terus membuka pasarnya bagi produk sawit Indonesia, ketika pada saat bersamaan semua tuduhan mereka atas perkebunan sawit Indonesia yang merusak lingkungan, melakukan deforestasi justru terkonfirmasi dari bencana karhutla. Fadli pun mengatakan, kalau masalah karhutla terus menerus terjadi, bakal membuat produk sawit RI makin sulit diterima di dunia.

“Tanpa adanya perbaikan yang drastis, produk sawit kita akan semakin ditolak dunia,” kata Fadli.

Pengusaha Jawab Tudingan Fadli Zon Soal Biang Kerok Karhutla

Foto: Getty Images, AP

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon mengomentari soal isu kebakaran hutan dan lahan. Dalam akun Twitternya, Fadli menilai kebakaran ini disebabkan oleh industri kelapa sawit yang melakukan pembukaan lahan dengan cara merusak lingkungan.

Beda Fadli, beda pengusaha. Ketua Bidang Agraria dan Tata Ruang Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono justru menolak tudingan Fadli. Tidak benar menurut Eddy lahan yang terbakar adalah lahan untuk pembukaan kebun kelapa sawit.

Baca juga: KPK Cegah Imam Nahrawi Ke Luar Negeri, Jokowi Akan Cari Pengganti Menpora

“Kalau untuk menyebabkan deforestasi dan merusak lahan hutan saya rasa itu tidak benar. Karena yang terbakar ini lahan semak belukar, notabene ini sudah tidak ada tanaman hutannya, kalau dilihat di televisi itu semuanya adalah lahan semak belukar bukan hutan alam murni,” ucap Eddy kepada wartawan, Jumat (20/9/19).

Eddy menegaskan untuk pengusaha sawit sendiri tidak mungkin kembali lagi membuka lahan hutan untuk kebun, apalagi dibakar. Pasalnya, sudah ada aturan yang membatasi izin membuka kebun sawit.

“Rasanya tidak mungkin itu dibakar, kemudian korporasi urus izinnya. Aturannya kan udah nggak bisa, orang tidak boleh kok malah buat kebun baru, korporasi nggak gitu lah. Bisa dicabut izinnya dan dendanya besar,” lanjutnya.

Baca juga: Imam Nahrawi Minta Maaf Pada Presiden, PBNU

Eddy mengatakan mengenai pembatasan izin buka lahan sudah diatur dalam aturan moratorium perkebunan kelapa sawit. Dia pun menyebutkan beberapa beleid yang mengatur hal itu.

“Kalau untuk korporasi, aturan yang ada sudah tidak diperbolehkan lagi (buka lahan untuk kebun) dengan Inpres 5 2019 dan sebelumnya Inpres 8 2018, tentang moratorium. Maksudnya penundaan izin baru penyempurnaan tata kelola alam primer dan lahan gambut,” kata Eddy.

3
Leave a Reply

avatar
3 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] JAKARTA, SENAYANEWS.com – Undang-undang KPK resmi direvisi oleh DPR. Revisi tersebut menuai kontroversi, karena dinilai melemahkan penegakan hukum. Bahkan, pengamat ekonomi energi UGM Fahmy Radhi mengtakan, revisi UU KPK ini bisa bikin loyo penangkapan mafia migas dan diprediksi butuh waktu sampai 10 tahun. […]

trackback

[…] JAKARTA, SENAYANEWS.com –  Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengaku, Menpora Imam Nahrawi merupakan sahabat baiknya. Maka dari itu dia memberikan semangat agar Imam Nahrawi tetap tegar menjalani proses hukum yang menimpa dirinya. […]

trackback

[…] JAKARTA, SENAYANEWS.com – Bintang Barcelona Lionel Messi meraih gelar pemain terbaik FIFA tahun 2019, setelah mengalahkan bek Liverpool Virgil van Dijk, dan bintang Juventus Cristiano Ronaldo. Messi menjadi pemain terbanyak yang meraih penghargaan pemain terbaik FIFA. […]