oleh

Kantongi Rp 50 Juta/Bulan, Hanya Jualan Tempat Tisu

JAKARARTA, SENAYANEWS.com – Memulai usaha bisa dari mana saja, bahkan dari hal-hal yang tidak pernah disangka. Seperti Restia, pemilik usaha pembuatan tempat atau sarung untuk tisu dengan desain-desain yang menarik.

Sekitar empat tahun lalu, di kawasan Bogor, Restia kesulitan mencari tempat tisu yang berukuran besar untuk di rumahnya. Untuk menemukan sarung tisu dengan motif atau gambar yang bagus juga ternyata sulit. Bahkan ia sudah mendatangi toko-toko, tapi yang ia temui sarung tisu dengan harga selangit namun motifnya tak sesuai harapannya.

Baca juga: Bamsoet Jenguk Mahasiswa Korban Kekerasan Pasca Demo DPR

Selain itu dia juga mencari sarung tisu di marketplace yang barangnya berasal dari luar negeri. Namun sayang, kualitas jahitannya kurang baik dan ukurannya berbeda dengan tisu yang ada Indonesia.

“Gara-gara itu saya terbesit ide untuk bikin sendiri saja. Namanya rumahtissue, saya pakai itu karena tisu bisa ada rumahnya lho. Ya seperti sarung, wadah atau cover-nya,” ujar Restia kepada Wartawan, umat (27/9/19).

Untuk menambah kemampuan menjahitnya, Restia rajin menonton tutorial jahit tempat tisu di berbagai channel YouTube. “Hingga akhirnya saya berhasil membuat tempat tisu 250 sheet yang pertama untuk dipajang di rumah,” kenang dia.

Sejak awal, dia mengerjakan usaha ini sendiri tanpa bantuan siapapun. Mulai dari pemilihan bahan, produksi hingga penjualan. Untuk penjualan selain aktif mengikuti bazaar, Restia juga memanfaatkan media daring untuk pemasaran misalnya Instagram (@rumahtissue) dan marketplace.

Baca juga: Demo Berujung Ricuh: Kontras Buka Posko Pengaduan Korban Kekerasan

Usaha keras yang Restia lakukan membuahkan hasil, pelan-pelan usahanya berkembang. Setiap tahun omzet rumahtissue mengalami peningkatan.

“Satu tahun terakhir omset rumahtissue mencapai Rp 30-50 juta per bulan. Dengan produksi kurang lebih 1.000 pcs cover retail dan 1.000 pcs suvenir,”

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of