oleh

Kantor Sri Mulyani Dijaga Ratusan Brimob Ada Apa?

JAKARTA, SENAYANEWS.com – Komplek Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat pagi ini dijaga oleh Satuan Samapta Bhayangkara (Sat-Sabhara) hingga Brimob. Dari kabar yang beredar, akan ada aksi unjuk rasa dari Dewan Eksekutif Nasional Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (DEN KSBSI) se-Jakarta yang menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Baca juga; Pasca Demo, Gerbang Utama Gedung DPR RI Rusak Parah

Dari pantauan detikcom, sejumlah personel Sabhara hingga Brimob sudah berjaga di kawasan komplek Kemenkeu. Selain itu, terdapat tiga unit truk Brimob dan satu unit mobil water cannon terparkir di kawasan komplek.

Menurut keterangan dari Komandan Kompi Brimob Polda Metro Jaya IPTU Sutarso, 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brimob atau berjumlah 100 personel dan dua kompi Sabhara atau berjumlah 200 personel dikerahkan untuk mengantisipasi demo dari 1.000 orang pengunjuk rasa.

“Kabarnya ada kurang lebih 1.000 orang. Ini untuk antisipasi buruh yang akan mengarah ke Departemen Keuangan,” tutur Sutarso di komplek Kemenkeu, Jakarta, Senin (30/9/19).

Baca juga: Bamsoet Jenguk Mahasiswa Korban Kekerasan Pasca Demo DPR

Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Nufransa Wira Sakti mengatakan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk menangani demo ini.

Pidato Lengkap Sri Mulyani Soal Pengkhianat Negara

Hasil gambar untuk foto Pidato Lengkap Sri Mulyani

Akhir pekan lalu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyambangi PKN STAN. Pada kesempatan itu mantan direktur Bank Dunia itu hadir sebagai pembicara utama dalam acara Dinamika (Studi Perdana Memasuki Kampus) dengan tema Kebudayaan Indonesia.

Dalam pidatonya pada pekan lalu itu, Sri Mulyani kembali menekankan agar semua yang telah lulus dan masuk sebagai mahasiswa di PKN STAN untuk tidak mengkhianati negara. Apalagi seluruh biaya selama menempuh pendidikan di PKN STAN akan dibiayai oleh negara.

Berikut pesan lengkap Sri Mulyani:

Saat kalian masuk PKN STAN ada yang namanya proses Dinamika (Studi Perdana Memasuki Kampus) yang tahun ini kita memilih topiknya Kebudayaan Indonesia.

Baca juga; Pasca Demo, Gerbang Utama Gedung DPR RI Rusak Parah

Topik ini adalah tema yg dirasa makin penting. Setiap daerah di Indonesia mempunyai budaya, sesuatu yang menggambarkan martabat dan akal budi sesuai dengan daerah masing-masing.

Melalui kebudayaan inilah kita mewariskan filosofi dan nilai-nilai dari generasi ke generasi. Dari kebudayaan yang berbeda-beda seharusnya dapat memunculkan sikap apresiasi, saling menghormati antar sesama.

Saya yakin yang duduk di hadapan saya berasal dari hampir seluruh bagian Republik Indonesia. Ada yang dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Nusa Tenggara, Maluku, Bali, Jawa dan lainnya. Dari tempat asal kalian saja sudah menggambarkan miniatur Republik Indonesia.

Kalian dibesarkan dari keluarga yang berbeda-beda, kalian dibesarkan dari sekolah yg berasal dari lingkungan sosial yg berbeda-beda. Dan yang berbeda itu tidak berarti bahwa yang satu lebih buruk atau lebih baik dari yang lainnya. Kita menjadi kaya karena perbedaan-perbedaan itu.

Baca juga: Bamsoet Jenguk Mahasiswa Korban Kekerasan Pasca Demo DPR

Kalian dengan asal dan lingkungan yang berbeda-beda dapat menyatukan Indonesia menjadi lebih indah. Itulah makna perbedaan. Bhinneka Tunggal Ika.

Saat ini kalian adalah bagian dari keluarga besar pengelola keuangan negara, keluarga besar Kementerian Keuangan. Oleh karena itu kejujuran harus menjadi sikap dasar yang tidak boleh dilupakan, tidak boleh luntur oleh usia, tidak luntur karena bertambah ilmu, tidak luntur karena mendapatkan jabatan. Justru kejujuran kalian harus semakin menebal seiring meningkatnya, waktu, umur dan jabatan.

Kalian sekolah di PKN STAN dibiayai oleh negara yang berasal dari uang rakyat. Jadi jangan pernah kalian pernah menjadi penghianat Republik Indonesia. Jangan pernah!


3
Leave a Reply

avatar
3 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] JAKARTA, SENAYANEWS.cm – Pemerintah tengah menggenjot penerapan kendaraan listrik di Indonesia. Hal tersebut diwujudkan dengan rilisnya Perpres Nomor 55 Tahun 2019 Tentang Kendaraan Bermotor Listrik. Sejak terbitnya regulasi tersebut, penjualan motor listrik terus meningkat. […]

trackback

[…] JAKARTA, SENAYANEWS.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan krisis keuangan pada tahun 1998 telah membuat sistem infrastruktur Indonesia ketinggalan dengan negara-negara lain di Asia. […]

trackback

[…] JAKARTA, SENAYANEWS.com – Pemerintah berencana memberikan sejumlah insentif baik fiskal maupun non fiskal kepada pengguna kendaraan listrik. Dalam pemberian insentif tersebut diperlukannya identifikasi atau pembeda terhadap kendaraan listrik dengan kendaraan berbahan bakar fosil. […]