oleh

Karhutla Disejumlah Wilayah di Indonesia Belum Padam. Kualitas Udara, Berbahaya!

SENAYANEWS.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi pada sejumlah wilayah di Indonesia belum juga padam. Efeknya, kualitas udara di sejumlah provinsi- provinsi yang mengalami karhutla tersebut menjadi berbahaya.

Berdasarkan data dari BNPB, Rabu (18/0919) pukul 09.00 WIB, kualitas udara berbahaya itu berada terjadi di Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Barat (Kalbar), dan Riau.

Provinsi Kalimantan Tengah merupakan salah satu wilayah terparah yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Akibatnya, Posko Satgas Siaga Darurat Karhutla Wilayah Kalteng, Senin lalu (16/9) mencatat lebih dari 2.000 warga menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) setelah berhari-hari dikepung asap.

Baca juga: 15 Kasus Kebakaran Hutan Kalbar dilakukan Oleh Korporasi

Pos Komando (Posko) mendata sebanyak 2.637 jiwa sebagai penderita ISPA. Penderita terbanyak tercatat di Kota Palangka Raya dengan 829 jiwa, sedangkan wilayah lain sebagai berikut; Kotawaringin Timur 513, Murung Raya 394, Barito Utara 227, Kapuas 161, dan Kotawaringin Barat 147. Wilayah lain seperti Barito Timur, Barito Selatan, Gunung Mas, Katingan, Lamandau, Pulang Pisau, Sukamara, penderita ISPA kurang dari 100 orang.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng mengintensifkan pelayanan kesehatan menghadapi dampak asap karhutla. Pelayanan diberikan tidak hanya kepada masyarakat tetapi juga petugas pemadam di lapangan.

Akibat kabut asap itu, tidak hanya dialami oleh manusia, belasan orangutan yang direhabilitasi di Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (BOS), kawasan Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah (Kalteng), juga terpapar ISPA akibat paparan kabut asap beberapa pekan terakhir ini.

Baca juga: Darurat Kebakaran Lahan Karhutla: Andre Rosiade Tagih Janji Jokowi

Dokter hewan di Yayasan BOS, drh Viet, menjelaskan, orangutan yang terpapar ISPA ini mulai dari dewasa hingga balita. Baik mereka yang berada di dalam kandang atau sedang mengikuti sekolah hutan.

“Lokasi sekolah hutan memang tidak terlalu jauh dari hutan yang terbakar. Kemungkinan itu salah satu yang menyebabkan belasan orangutan mengalami ISPA,” kata Viet.

Kabut asap ini juga terpantau di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) masih pekat. Dari pantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Pontianak pada Selasa (17/09/19), berada di angka 222,27 dengan parameter pm10, dan masuk kategori tidak sehat.

Terutama di Bandara Internasional Supadio dalam 10 hari terakhir mengalami penurunan akibat kepulan kabut asap yang semakin tebal. Jarak pandang dengan nilai kurang dari 1.000 meter mulai terjadi hampir sepanjang hari.

Terkait hal itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak, mengungkapkan ada sebanyak 643 titik panas yang tersebar di wilayah Kalimantan Barat.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Riau berdampak pada kualitas udara. BNPB menyatakan udara di kedua wilayah itu berbahaya.

Berdasarkan data dari BNPB, Senin kemarin, (16/09/19) per pukul 16.00 WIB, terdapat 513 titik api di Kalteng dann 58 titik api di Riau. Kebakaran itu menimbulkan asap, sehingga udara menjadi status berbahaya.

Masih berdasarkan data dari BNPB, kualitas udara di Kalteng berada pada angka 1.939 alias berbahaya. Sementara kualitas udara di Riau berada di angka 339 yang juga berbahaya.

Buruknya kualitas udara di kedua wilayah itu juga ditampilkan AirVisual. Berdasarkan data AirVisual, Air Quality Index (AQI) di Palangkaraya per pukul 16.00 WIB menunjukkan angka 1,519 dan Pekanbaru berada di angka 159.

AQI mempunyai rentang nilai antara 0-500. Makin tinggi nilai AQI, artinya makin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut.

AQI merupakan indeks yang digunakan AirVisual untuk menggambarkan tingkat polusi udara di suatu daerah. AQI dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, yaitu PM 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

2
Leave a Reply

avatar
2 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] JAKARTA, SENAYANEWS.com – Direktorat Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina melakukan penandatanganan kontrak Engineering, Procurement and Construction (EPC) Lawe-Lawe Facilities untuk Refinery Development Master Plan (RDMP), RU V Balikpapan. Kontrak RDMP Balikpapan ini senilai 262 juta dolar AS. […]

trackback

[…] JAKARTA, SENAYANEWS.com – Di depan pengusaha properti, Menteri Keuangan Sri Mulyani menagih kenaikan pertumbuhan industri properti. Pasalnya, beberapa tahun terakhir properti hanya mentok 3% pertumbuhannya. […]