oleh

Kemenhub Belum Terima Proposal Ubah Nama Bandara Kertajati Jadi BJ Habibie

JAKARTA, SENAYANEWS.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) belum menerima proposal pengubahan nama Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Kertajati, Majalengka dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. BIJB rencananya mau diubah menjadi Bandara BJ Habibie.

Hal itu diungkapkan oleh Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Polana Banguningsih Pramesti saat dihubungi wartawan, Jakarta, Jumat (20/9/19).

Baca juga: Revisi UU KPK: Pemberantasan Korupsi Dipastikan Suram!

Dia mengaku pengubahan nama Bandara Kertajati menjadi Bandara BJ Habibie bisa dilakukan. Namun, proposal yang diajukan harus sesuai dan memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. “Sepanjang memenuhi persyaratan (bisa),” jelas dia.

Sebelumnya, sosok Presiden Indonesia ke-3 RI BJ Habibie dianggap layak dan memiliki peran penting dalam perkembangan industri dirgantara tanah air. Selain itu, nama BJ Habibie ramai diusulkan di media sosial.

“Saya sudah dengar, memang sejalan dengan apa yang saya pikirkan. Hanya butuh proses saja. Saya kira ide baik ini akan follow up,” kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil, di Gedung Sate, Bandung, Senin (16/9/19).

Bandara Kertajati Lebih Butuh Ini Daripada Ganti Nama

Hasil gambar untuk foto gedung kementerian perhubungan

Kementerian Perhubungan menilai hal yang paling mendesak untuk Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati adalah akses jalan. Bukan soal pergantian nama.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Polana Banguningsih Pramesti menilai akses jalan lebih penting guna meramaikan penerbangan dari BIJB.

“Nama tidak terlalu penting, yang penting adalah jalan akses tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) selesai,” tegas Polana saat dihubungi Wartawan, Jakarta, Jumat (20/9/19).

Baca juga: Jokowi dan Yusril: KPK Perlu Diawasi

Tol yang membentang sepanjang 61,5 km ini ditargetkan beroperasi akhir 2020. Progresnya, hingga saat ini progres pembebasan lahan Seksi I-II Tol Cisumdawu sepanjang 27,62 km sudah mencapai 87,65%. Sedangkan, progres konstruksinya sudah 69,79%.

Sedangkan, untuk Seksi III-VI Tol Cisumdawu sepanjang 33,22 km, progres pembebasan lahannya sudah 29,03%. Untuk proses konstruksinya baru mencapai 9,3% (semuanya di Seksi III).

Polana mengungkapkan, pergantian nama Bandara Kertajati menjadi Bandara BJ Habibie secara teknis bisa dilakukan asal semua persyaratan yang berlaku dipenuhi.


1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Baca juga: Kemenhub Belum Terima Proposal Ubah Nama Bandara Kertajati Jadi BJ Habibie […]