oleh

Mahfud MD Tanggapi Kondisi KPK

JAKARTA, SENAYANEWS.com – Mantan Ketua MK Mafud MD mengatakan rakyat saat ini gelisah dengan gonjang ganjing di tubuh KPK usai pemilihan pimpinan periode 2019-2023. Mahfud meminta agar pejabat terkait segera menuntaskan masalah di KPK.

“Ikut gelisah, keadaan ini membuat kita rakyat gelisah, tolong selesaikan pejabat terkait, pilih jalan terbaik untuk selesai,” kata Mahfud, Sabtu (14/9/19).

Baca juga : Indonesia Jadi Destinasi Wisata Belanja Setelah Berlakukan Kebijakan VAT Refund

Mahfud menyadari semangat di tubuh KPK untuk melakukan protes terkait revisi UU KPK. Dia memaklumi KPK yang merasa tidak dilibatkan dalam proses revisi undang-undang.

“Saya tahu semangat protes karena merasa tidak dipedulikan, disikapi secara sepihak, mungkin itu saja, secara hukum nggak ada nilai dari penyerahan mandat dari KPK,” terangnya.

Tolak Revisi UU KPK.

Putri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid. Alissa Wahid, mengkritik revisi UU KPK. Revisi UU No 30 Tahun 2002 itu dinilai sebagai bentuk penjarahan terhadap negara.

Alissa mengungkapkan penolakannya terhadap revisi UU KPK lewat akun Twitter-nya sejak beberapa hari belakangan. Sejak sebelum Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan persetujuan terhadap revisi UU KPK, ia sudah concern terhadap isu itu.

“Selama ini upaya pengerdilan @KPK_RI lewat Revisi UUKPK selalu ditolak dengan suara rakyat. Apakah benar, kalau keputusan DPR minggu ini bisa menggiring pak @jokowi menjadi Presiden pertama yang melakukannya? ” TolakRevisiUUKPK,” tulis Alissa di Twitter pada 9 September 2019 seperti dilihat Senayanews, Sabtu (14/9/19).

Baca juga: Jadi Wakil Ketua KPK, Lili Siregar Akan lanjutkan Program Anti KorupsiFacebookTwitterTelegramLineWhatsApp

Alissa terus menyuarakan penolakan. Ia menyoroti soal keputusan DPR yang secara kilat menyusun revisi UU KPK, apalagi di akhir periode anggota DPR ini.

“Banyak Operasi Tangkap Tangan menunjukkan korupsi bagai kanker stadium 4. Siapa yg dipaksa bebenah? KPK. Caranya? Revisi UU yang tidak masuk Prolegnas ujug2 diproses. Waktu hanya 3 minggu untuk memproses “penguatan KPK”. DPR-nya jemawa ‘tidak butuh masukan rakyat’. Percaya, gitu?” kata Alissa.

Kakak Yenny Wahid ini kemudian menceritakan pengalaman keluarga Gus Dur berinteraksi dengan KPK. Alissa mengisahkan integritas pegawai KPK yang bahkan menolak pemberian air putih darinya.

“Pengalaman saya sama. Litbang KPK pernah datang ke TK kami, mengobservasi proses penanaman nilai di sekolah. Saya suguhi air putih saja ndak mau. Menjaga kode etik,” tuturnya.

Baca juga: Pemerhati Parlemen: Surpres Revisi UU KPK, Presiden Mengikuti Drama DPR

2
Leave a Reply

avatar
2 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] JAKARTA, SENAYANEWS.com – Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut penyerahan tanggung jawab dari tiga pimpinan KPK ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan klimaks dari rentetan pelemahan KPK. Peniliti ICW Donal Fariz menyayangkan tidak tuntasnya berbagai masalah yang menimpa KPK. […]

trackback

[…] JAKARTA, SENAYANEWS.com – Sebuah teaser pesta seks kaum Gay beredar viral di media sosial. Polisi memastikan bahwa info tersebut adalah hoax alias bohong. […]