oleh

Militer AS Respons Serangan Drone ke Fasilitas Minyak Saudi

SENAYANEWS.com – Meliter Amerika Serikat. sedang mempersiapkan respons atas serangan drone (pesawat nirawak) terhadap fasilitas-fasilitas minyak Arab Saudi.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pertahanan AS usai bertemu Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih. Esper secara khusus menyebut Iran merusak tatanan internasional, tanpa secara langsung menyalahkan Teheran atas serangan drone tersebut.

Baca juga: Jadi Wakil Ketua KPK, Lili Siregar Akan lanjutkan Program Anti Korupsi

“Militer Amerika Serikat, dengan tim antarbadan kami, sedang bekerja sama dengan mitra-mitra kami untuk mengatasi serangan yang belum pernah terjadi ini dan mempertahankan tatanan berbasis aturan internasional yang sedang dirusak oleh Iran,” demikian cuitan Esper di Twitter seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (17/9/19).

Sebelumnya, Esper telah berbicara dengan Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammad bin Salman serta Menteri Pertahanan Irak Najah al-Shemmari untuk membahas serangan drone tersebut. Tidak jelas respons apa yang tengah dipertimbangkan AS ataupun sekutu-sekutunya di Teluk.

OKI Kecam Serangan Drone ke Fasilitas Minyak Arab Saudi

Hasil gambar untuk foto gabungan negara negara oki

Para menteri luar negeri (menlu) Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mengecam serangan drone (pesawat nirawak) terhadap Kilang Minyak Saudi, Kelompok pemberontak Houthi di Yaman mengklaim serangan yang terjadi pada Sabtu (14/9/19) tersebut.

Baca juga: Jadi Wakil Ketua KPK, Lili Siregar Akan lanjutkan Program Anti Korupsi

“Para menteri menyampaikan kecaman mereka atas serangan teroris ini dan menyambut pernyataan-pernyataan dari organisasi regional dan internasional yang telah menolak agresi ini yang dirancang untuk mengacaukan Arab Saudi,” demikian statemen dari Sekjen OKI, Yousef al-Othaimeen, yang dirilis oleh media pemerintah Saudi seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (16/9/19).

Dikatakan mantan Menteri Urusan Sosial Saudi tersebut, para menlu OKI juga menyatakan solidaritas mereka pada Saudi dan dukungan mereka atas “langkah-langkah yang telah diambil Saudi untuk mengatasi terorisme dan menjaga keamanan dan stabilitasnya”.

Presiden Iran: Houthi Serang Fasilitas Minyak Saudi karena Membela Diri.

Hasil gambar untuk foto presiden iran

Pesiden Iran Hassan Rauhani, angkat bicara mengenai serangan drone (pesawat nirawak) terhadap Fasilitas-Fasilitas, Arab Saudi Rouhani menyebut serangan itu merupakan aksi pembelaan diri oleh para pemberontak Houthi di Yaman.

“Yaman merupakan target bombardir setiap hari… Rakyat Yaman terpaksa untuk merespons, mereka hanya membela diri mereka,” ujar Rouhani dalam konferensi pers di Ankara saat kunjungannya ke Turki seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (17/9/19).

Baca juga: Jadi Wakil Ketua KPK, Lili Siregar Akan lanjutkan Program Anti Korupsi

Diketahui bahwa Arab Saudi dan koalisi negara-negara Teluk telah melancarkan serangan-serangan udara terhadap pemberontak Houthi di Yaman sejak tahun 2015. Banyak warga sipil Yaman tewas akibat serangan udara tersebut.

Serangan drone pada Sabtu (14/9) lalu menargetkan fasilitas minyak di Abqaiq dan Khurais, Dua Fasilitas utama Aramco yang terletak di wilayah Saudi bagian timur pada Sabtu (14/9/19) dini hari waktu setempat.


Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of