oleh

Pajak Perusahaan di Pangkas ke 20%, Pengusaha: Sesuai Masukan

JAKARTA, SENAYANEWS.com – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkapkan rencana pemerintah membuat rancangan undang-undang (RUU) tentang Ketentuan dan Fasilitas Perpajakan untuk Penguatan Perekonomian sudah sesuai keinginan para pengusaha tanah air.

Wakil Ketua Apindo Shinta W. Kamdani mengatakan perombakan aturan pajak yang dilakukan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sesuai dengan masukan yang diberikan kalangan pengusaha nasional.

“Kami menyambut baik revisi tersebut, sudah sesuai juga dengan konsultasi dan masukan dari Apindo,” kata Shinta saat dihubungi detikcom, Jakarta, Senin (9/9/19).

Baca juga : Istana: Presiden Jokowi Komitmen Memperkuat KPK

Dalam RUU tentang Ketentuan dan Fasilitas Perpajakan untuk Penguatan Perekonomian, terdapat beberapa poin yang akan diubah oleh Pemerintah. Seperti UU Pajak Penghasilan (PPh), UU Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan UU KUP. Perubahan itu tidak menyangkut semua pasal hanya pada beberapa pasal saja.

Seperti halnya di UU PPh, Pemerintah akan menurunkan tarif pajak penghasilan badan usaha menjadi 20% secara bertahap mulai tahun 2021. Saat ini, tarif yang berlaku sebesar 25%. Tarif tinggi ini sering kali dibanding-bandingkan dengan Singapura yang jauh lebih rendah.

Selain itu, Pemerintah juga merombak aturan pajak bagi WNI yang tinggal di luar negeri. Dalam rencananya, WNI yang tinggal di luar negeri lebih dari 183 hari tak perlu lagi melaporkan pajaknya alias bukan subjek pajak lagi. Serta beberapa poin penting lainnya yang menyangkut penarikan pajak dari perusahaan berbasis digital internasional seperti Google, Twitter, Facebook, hingga Amazon.

Baca juga : Laode M. Syarif Menantang Fahri Hamzah Soal RUU KPK

“Masalah pajak hanya salah satu isu berkaitan dengan investasi dan ekspor,” ungkap dia.

Pemerintah harus membayar mahal keputusan penurunan pajak penghasilan (PPh) badan yang akan menjadi 20% dari yang sekarang sebesar 25%.

Adapun, Pendapat dari Dirjen Pajak Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan mengatakan, penerimaan pajak akan tergerus sebesar Rp 54 triliun pada tahap awal implementasinya atau di tahun 2021. Sedangkan jika diterapkan langsung pada 2021 maka penerimaan pajak hilang Rp 87 triliun.

“Kan kalau turun langsung, Kita lihat ada (kehilangan penerimaan) Rp 87 triliun. Itu kalau langsung. Ini kan bertahap, kalau nggak langsung Rp 54 triliun kayaknya,” kata Robert di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/9/19).

Baca juga: Air Langga Hartato Dampingi Jokowi Kunjungi Pabrik Esemka

Robert menjelaskan, penurunan PPh menjadi 20% baru dimulai pada tahun 2021 dan dilakukan secara bertahap. Diharapkan, penurunan tersebut baru bisa diterapkan pada tahun 2023.

“Awalnya 2021. Mungkin dua tahun setelah itu kita putuskan,” jelas dia.

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Baca juga : Pajak Perusahaan di Pangkas ke 20%, Pengusaha: Sesuai Masukan […]