oleh

Papua Membara! Kantor Bupati Dan PLN Dibakar Massa

WAMENA, SENAYANEWS.com – Papua membara, hingga berujung kerusuhan. Kerusuhan di Wamena ini diduga berawal dari hoax ucapan rasisme guru.

“Pada tanggal l (18/09/19)lalu di Wamena ada isu seorang guru mengeluarkan kata rasis. Setelah dilakukan pengecekan, isu itu tidak benar.

Akibat provokasi tersebut, para pelajar maupun masyarakat melakukan unjuk rasa dan terjadi pembakaran beberapa kantor pemerintah, seperti kantor Bappeda,Kantor Bupati hingga ruko-ruko milik masyarakat dan beberapa motor juga dibakar.

Baca juga: TNI-Polri: Korban kerusuhan Papua Sudah mencapai 16 Orang Tewas Dan 65 Luka-Luka

” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal, Senin Kemarin.(23/09/19).

Kerusuhan diawali dari aksi demonstrasi pelajar PGRI. Ternyata, aksi ini disusupi massa dari Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dengan menggunakan seragam SMA.

Kapolda Papua Irjen Rudolf A Rodja mengatakan bahwa demonstrasi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin (23/09/19) pagi dipicu isu hoaks atau berita yang tidak benar.

Namun, kata mantan Kapolda Papua Barat itu, aksi unjuk rasa atau demonstrasi tersebut sudah dibatasi oleh personel Brimob BKO Nusantara yang diperbantukan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

“Unjuk rasa itu sudah dilokasir oleh Brimob, kemudian Bupati Jayawijaya juga sudah mendekati Para pendemo supaya tidak lagi lakukan tindakan anarkis,” katanya.

Demo Massa semakin bringas hingga nekat membakar Kantor PLN Rayon Wamena, Papua, pada Senin kemarin (23/09/19).

Baca juga: Wamena Ricuh! Operasional Bandara Dihentikan

Manager Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Onisimus Reba di Jayapura, Senin, mengatakan Kantor Rayon Wamena yang terbakar merupakan bagian depan bangunan.

Kantor PLN Wamena di Bakar Massa/Foto: Antara

“Kami belum mendapat penjelasan secara lengkap terkait dengan pembakaran ini,” Papar Onisimus pada wartawan.

Menurut Onisimus, pihaknya telah berulang kali mencoba mengontak petugas di Kantor Rayon Wamena namun hingga kini belum ada satupun yang bisa dihubungi.

“Nomor petugas kami tidak aktif sehingga tidak dapat mengetahui sejauh mana perkembangannya,” ujarnya.

Dia menambahkan sedangkan untuk pembangkit listrik di Wamena, hingga kini belum ada kabar lagi apakah terdampak atau tidak.

“Yang jelas kantor bagian depan yang ikut terbakar karena kejadian hari ini di Wamena,” lanjutnya.

Selain itu, kebringasan massa tak berhenti pada pembakaran kantor PLN, massa juga membakar Kantor Bupati Jayawijaya dan sejumlah fasilitas umum lainnya. Diketahui bahwa dalam aksi demonstrasi tersebut, sejumlah siswa juga terlibat.

“Iya benar, ada rusuh siswa. Sedang panas. Kantor Bupati dibakar,” ujar sumber dari Polres Jayawijaya pada Senin (23/09/19).

Akibat aksi massa tersebut, sejumlah sekolah dasar dan menengah pertama di Kota Jayapura terpaksa memulangkan para siswanya lebih awal. Hal tersebut disebabkan karena kondisi di kota tersebut juga ikut memanas. Sejumlah massa aksi dari kalangan mahasiswa.

“Pulang lebih cepat karena adanya aksi demo,” kata Agustina, seorang guru SD di Distrik Abepura, Jayapura.

Keputusan tersebut diambil demi menjamin keamanan para murid di Jayapura. Para orang tua pun juga merasa khawatir dengan kondisi di kota tersebut yang kian memanas. Melani adalah salah satu wali murid yang merasakan kecemasan itu.

“Anak saya sekolah di Abepura, makanya saya langsung jemput saja, menjaga jangan sampai terjebak demo seperti bulan lalu,” ungkap Melani.


Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of