oleh

Resesi Kian Dekat, Ini yang Dilakukan Orang Kaya

JAKARTA, SENAYANEWS.com – Lebih dari setengah orang superkaya di seluruh dunia sudah bersiap untuk resesi. Mereka memprediksi resesi akan segara datang di 2020. Lantas apa yang perlu dipersiapkan orang kaya di dunia?

Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah mengatakan bagi orang kaya yang harus dilakukan sebelum adanya resesi ekonomi adalah memindahkan aset yang ada di instrumen berisiko tinggi ke risiko rendah.

“Bagi orang kaya menghadapi resesi nggak susah, mereka nggak perlu persiapan. Cuma memindahkan aset-aset mereka saja ke instrumen yang lebih bebas risiko,” kata Piter saat dihubungi detikcom, Jakarta, Kamis (26/9/19).

Baca juga: Revisi UU KPK: Pemberantasan Korupsi Dipastikan Suram!

Peneliti dari INDEF, Bhima Yudhistira mengatakan aset berisiko rendah dan mudah untuk dicairkan menjadi cara paling ampuh bagi orang-orang kaya menghadapi resesi ekonomi.

Pemindahan aset keuangan ke instrumen yang berisiko rendah juga nantinya akan memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan akan likuiditas.

“Ketika kondisi sedang tidak pasti dan membutuhkan dana emergency maka aset yang cepat cair akan menolong kita,” tegas dia.

Perang Dagang AS-China Masih Bergulir, Ekonomi RI Bisa Apa?

Hasil gambar untuk foto uang rupia, dolar,yuan cina

Asian Development Bank (ADB) merevisi proyeksi ekonominya untuk Indonesia tahun ini ke 5,1% dari sebelumnya 5,2%. Risiko eksternal menjadi pengaruh terhadap proyeksi perekonomian Indonesia, di antaranya ketegangan perdagangan global antara Amerika Serikat (AS)-China dan melemahnya momentum perdagangan di sejumlah negara utama dunia.

“Pemerintah perlu mencanangkan program reformasi perbaikan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi,” kata Country Director ADB Winfried F. Wicklein di The Plaza Office Tower, Jakarta, Rabu (25/9/19).

Baca juga: KPK Cegah Imam Nahrawi Ke Luar Negeri, Jokowi Akan Cari Pengganti Menpora

Dia bilang, Indonesia harus tetap melanjutkan Iangkah-Iangkah reformasi guna mendiversifikasi perekonomiannya. Hal ini demi meraih peluang terkait perubahan rantai pasokan global yang saat ini mulai terjadi.

Diketahui, telah terjadi peralihan perdagangan dari China menuju negara Iain di kawasan Asia yang sedang berkembang, seperti Vietnam dan Bangladesh. Untuk itu Indonesia masih harus terus berbenah agar bisa ikut merebut investasi yang berubah haluan.

“Diperlukan investasi yang Iebih kuat untuk mendorong pertumbuhan, dengan fokus pada daya saing dan pengembangan sumber daya manusia sebagai kuncinya,” kata Winfried.



Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of