oleh

Penanaman Ganja Untuk Keperluan Medis Akan di Legalkan Oleh Malaysia

SENAYANEWS.com – Penanaman ganja untuk keperluan medis akan segera dilegalkan di Malaysia. Nantinya, ganja medis akan diperbolehkan tapi dengan catatan harus mendapat izin dari Kementerian Kesehatan Malaysia dan benar tujuannya untuk pengobatan dan penelitian.

Direktur Jenderal Badan Anti Narkoba Nasional Malaysia, Datuk Seri Zulkifli Abdullah mengatakan ada ruang dalam Undang-Undang Obat-Obatan Berbahaya untuk penanaman ganja medis dengan ketentuan telah memegang izin.

Berbicara kepada Harian Metro, ia menyebut ada ketentuan dalam undang-undang Malaysia yang mengizinkan penanaman tanaman ganja di negara asalkan memenuhi beberapa persyaratan atau izin khusus.

Baca juga: Komsumsi Air Mineral Untuk kesehatan

“Baru-baru ini, saya membaca di media tentang (keberhasilan) sekelompok orang Malaysia (di luar negeri) dalam memproduksi minyak ganja, jadi saya merasa ini adalah peluang yang sia-sia jika kita tidak melihat kelayakan untuk melakukan hal yang sama di Malaysia,” katanya dikutip dari The Coverage.

Zulkifli melanjutkan bahwa jika tanaman ganja terbukti bermanfaat untuk penggunaan obat-obatan maka pihak-pihak terkait harus melihat ke dalam pengembangan industri secara lokal selama itu sesuai dengan ketentuan hukum Malaysia.

“Itulah mengapa penting bagi kementerian kesehatan untuk memverifikasi ganja agar dapat digunakan untuk tujuan pengobatan karena mereka memiliki wewenang untuk melakukannya,” katanya.

Ia melanjutkan, ada ketentuan dalam undang-undang Malaysia yang mengizinkan penanaman ganja asalkan memenuhi beberapa persyaratan atau izin khusus.

Undang-Undang Obat Berbahaya 1952 secara tegas membatasi kepemilikan, penjualan, penggunaan, impor dan ekspor opium, kokain, dan zat ganja di Malaysia. Namun, ada ketentuan dalam undang-undang yang memutuskan

Baca juga: Penjelasan Menelan Permen Karet Bagi Kesehatan

“Jika kita melihat Undang-Undang Obat Berbahaya 1952, tanaman ganja dapat dibudidayakan untuk tujuan medis. Oleh karena itu penting untuk mendapatkan persetujuan dari Menteri Kesehatan terlebih dahulu, sebelum dapat diproduksi untuk tujuan medis,” imbuh Zulkifli.

Kabinet telah melakukan pembahasan singkat mengenai nilai medis ganja dalam pertemuan pekan lalu. Pemerintah juga telah mulai melakukan pembicaraan awal dan informal mengenai perlunya melakukan amandemen terhadap undang-undang yang relevan. Hal ini diungkap Menteri Air, Tanah dan Sumber Daya Alam Xavier Jayakumar dalam sebuah wawancara, Selasa (25/09/19) di Putrajaya.

Saat ini, Baru Kanada menjadi yang pertama mengembangkan ganja sebagai obat. Ganja mulai dilegalkan di Kanda bulan depan. Kebijakan ini telah menciptakan industri dengan nilai US$60 miliar (Rp894,8 triliun). Amerika Serikat dan Jerman mulai mengikuti langkah Kanada terkait hal ini.

Di Asia Tenggara, perdagangan obat terlarang seringkali berbuah hukuman mati. Namun, seringkali tidak dibedakan antara penggunaan ganja dan narkotika lain seperti kokain.

Upaya untuk menjadikan ganja sebagai industri obat tidak dilakukan Malaysia seorang diri. Thailand pun tengah membujuk pemerintahan militer di negara itu untuk menyetujui penelitian yang membuktikan bahwa ganja bisa digunakan untuk obat dan dipasarkan.

4
Leave a Reply

avatar
4 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

… [Trackback]

[…] Info to that Topic: senayanews.com/2019/10/aturan-penanaman-ganja-untuk-keperluan-medis-akan-di-legalkan-oleh-malaysia/ […]

trackback

… [Trackback]

[…] Find More Info here on that Topic: senayanews.com/2019/10/aturan-penanaman-ganja-untuk-keperluan-medis-akan-di-legalkan-oleh-malaysia/ […]

trackback

… [Trackback]

[…] Find More to that Topic: senayanews.com/2019/10/aturan-penanaman-ganja-untuk-keperluan-medis-akan-di-legalkan-oleh-malaysia/ […]

trackback

… [Trackback]

[…] Information on that Topic: senayanews.com/2019/10/aturan-penanaman-ganja-untuk-keperluan-medis-akan-di-legalkan-oleh-malaysia/ […]