oleh

Bos-bos BUMN Diciduk KPK, Pengamat: Kelemahan Sistem

JAKARTA, SEMAYANEWS.com – Belakangan ini banyak bos-bos BUMN yang tertangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kejadian ini tidak menimpa satu sampai dua orang, melainkan sudah lebih dari lima direksi.

Banyaknya bos BUMN yang tertangkap tangan oleh lembaga antirasuah nasional disebut karena ada kesalahan pada sistem pengawasan yang diterapkan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno sebagai pemegang saham mayoritas.

“Kasus korupsi di Indonesia tidak hanya di BUMN tapi juga di pemerintahan, legislatif, kalau satu dua kan orang individunya, tapi kalau sering dan terus berulang ya berarti ada kelemahan di dalam sistem,” kata Enny Sri Hartati, Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) saat dihubungi detikcom, Jakarta, Sabtu (5/10/19).

Baca Juga: Ilmuwan Berambisi Videokan Lubang Hitam sedang”Beraktifitas”

Enny mengungkapkan sistem pengawasan yang ketat diterapkan Kementerian BUMN hanya berjalan pada level staf hingga manajer saja. Sedangkan level jajaran direksi dan komisaris tidak berjalan dengan ketat.

Padahal, level direksi dan komisaris di perusahaan pelat merah kental dengan lobi-lobi dan intervensi politik yang mana bisa menjadi celah untuk melakukan tindakan korupsi.

“Artinya ini celah, karena harus balas budi dong, siapa yang endorse, harus ada konsekuensinya, sehingga menjadi lingkaran setan,” jelas dia.

Sindiran Keras soal Korupsi Bos BUMN: Sakit Jiwa hingga Pengkhianatan

Hasil gambar untuk foto sri mulyani

Belakangan ini marak beredar informasi direksi BUMN terbelit kasus korupsi. Mereka ada yang terjaring operasi tangkap tangan alias OTT KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) hingga akhirnya jadi tersangka dan masuk bui.

Merespons kenyataan tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka suara memberikan pernyataan keras. Menurutnya mereka yang melakukan korupsi merupakan wujud pengkhianatan. Tak ketinggalan, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan ikut buka suara. Menurutnya bos-bos BUMN yang tersandung kasus korupsi sakit jiwa.

Baca Juga: Lima Negara ‘Bertarung’ Kelola Bandara Labuan Bajo

Sementara itu, Menteri BUMN Rini Soemarno menegaskan korupsi para bos BUMN lebih karena perilaku masing-masing individu, tidak ada hubungannya dengan kebijakan institusi.

Bos-bos BUMN Ditangkap KPK, Luhut: Sakit Jiwa Kali Dia!

Hasil gambar untuk foto luhut binsar panjaitan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengomentari kasus korupsi yang marah dilakukan oleh petinggi BUMN.

Luhut heran kenapa masih juga ada yang mau korupsi. Dia menyebut tersangka korupsi mungkin sakit jiwa.

“Tanya aja dia (Bos BUMN yang tertangkap korupsi). Sakit jiwa kali dia,” kata Luhut di kantornya, Jumat (4/10/19).

Baca Juga: Sri Mulyani: Bos-bos BUMN Terciduk KPK, Mereka Penghianat!

Kementerian BUMN sendiri sudah bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk mencegah kasus korupsi terjadi. Luhut mengapresiasi kerja sama tersebut.

“Bagus lah (sudah kerja sama).Tanya aja dia (Menteri BUMN), kok tanya aku. Aku kan bukan Menteri BUMN itu,” ucap Luhut.


1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] JAKARTA, SENAYANEWS.com – Kali pertama tampil di televisi dengan membawakan lagu, Tina Toon terlihat sangat montok dan gempal. Namun siapa sangka, kini penampilan Tina sudah berubah cantik dan langsing. Tidak sampai di situ, sang penyanyi juga kini sudah menjadi anggota DPRD Jakarta. […]