oleh

Kenaikan Harga Rokok, Produsen: Tunggu Aturan Menkeu

JAKARTA, SENAYANEWS.com – Hari ini banyak beredar di grup-grup aplikasi pesan singkat, Whatsapp terkait daftar harga rokok dari 42 merek setelah cukai naik. Informasi tersebut dipastikan hoax.

Ketua Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) Muhaimin Moefti mengungkapkan, hingga saat ini belum ada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang menetapkan besaran resmi kenaikan cukai rokok.

Baca juga: Perselingkuhan Istri Polisi dengan Dokter di Mojokerto

“Saya ndak tahu ya. Karena kita kan hanya tahu Bu Menteri mengatakan kenaikan cukainya sekian persen, tapi PMK-nya sampai sekarang belum ada jadi kita ndak tahu,” kata Moefti ketika dihubungi wartawan, Kamis (3/10/19).

Ia menegaskan, hingga saat ini Gaprindo belum mengetahui besaran pasti kenaikan cukai rokok.

“Ya nggak tahu, kenaikannya kan belum tahu. Pemerintah hanya menyatakan kenaikannya sekian persen rata-rata, tapi kita kan belum tahu tetapnya berapa persen,” tegasnya.

HM Sampoerna Minta Pemerintah Tak Naikkan Cukai Rokok Buatan Tangan

Hasil gambar untuk foto ilustrasi rokok sampoerna

Pemerintah bakal menaikkan cukai rokok sebesar 23% mulai tahun 2020. Sehingga, harga jual eceran (HJE) naik 35%. Menanggapi hal itu, Direktur HM Sampoerna Troy Modlin meminta pemerintah tak naikkan cukai rokok buatan tangan.

“Pemerintah dapat mendukung komunitas Sigaret Kretek Tangan (SKT) dengan cara meminimalisir kenaikan cukai SKT dan tetap mempertahankan struktur cukai segmen SKT saat ini,” kata Troy dalam keterangan resmi yang dikutip wartawan, Jumat (4/10/19).

Baca juga: Polisi Digugat Karena Tilang Elektronik

Menurutnya, pemerintah harus memperhatikan nasib-nasib petani tembakau dan cengkeh, serta pekerja dan pengecer yang berkecimpung dalam industri rokok buatan tangan atau SKT.

“Dengan menerapkan kedua rekomendasi di atas, Pemerintah dapat membantu industri untuk meringankan dampak kenaikan cukai tahun 2020 khususnya segmen SKT, dan mendukung mata pencaharian pihak-pihak yang terlibat dalam industri tembakau, termasuk petani tembakau dan cengkeh, pekerja dan pengecer,” terangnya.

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] JAKARTA, SENAYANEWS.com – Sejumlah tokoh nasional dari eks menteri, mantan pimpinan KPK, hingga seniman berkumpul mendiskusikan Perppu KPK. Presiden Jokowi didukung menerbitkan Perppu KPK. […]