oleh

Menteri ESDM Bandingkan Pelayanan PLN dan KAI

JAKARTA, SENAYANEWS.com – Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI), yang terdiri dari perusahaan di bidang kelistrikan menggelar seminar dan pameran Hari Listrik ke-74 (HLN) di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Rabu (9/10/19). Hadir membuka acara tersebut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

Dalam sambutannya, Jonan bercerita, jumlah masyarakat yang menikmati listrik tercermin dalam rasio elektrifikasi telah mencapai 98,83%. Raihan tersebut di atas target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Baca Juga: Komisaris Utama-Dirut BCA Kompak Jual Saham

“Sampai hari ini 98,83% jadi harapannya 99% lah tahun ini. Kalau RPJMN Bappenas sampai akhir 2019 itu 97,6% jadi kita jauh melebihi dan dilaporkan kepada sidang kabinet terakhir salah satu pencapaian luar biasa rasio elektrifikasi jadi melebihi target,” kata Jonan.

Apa Prestasi Jonan Selama Jabat Dirut KAI?

Hasil gambar untuk foto ignasius jonan

Ignasius Jonan tengah jadi buah bibir. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini ikut berkomentar perihal rencana pengalihan pelayanan kereta luar kota dari yang semula di Gambir kini beralih ke Manggarai.

Maklum saja Jonan berkomentar perihal transportasi berbasi rel tersebut mengingat kiprahnya yang pernah menjadi Direktur Utama PT KAI, sebelum diangkat sebagai Menteri Perhubungan dan kini Menteri ESDM.

Selama jadi Dirut KAI, apa sih prestasi Jonan hingga berani ikut berkomentar perihal kebijakan teranyar Kementerian Perhubungan tersebut?

Baca Juga: Sri Mulyani: Bos-bos BUMN Terciduk KPK, Mereka Penghianat!

Sebelum tahun 2009, wajah kereta api di Indonesia masih begitu buruk. Di bawah kepemimpinan Ignasius Jonan, KAI berbenah dan mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Cerita perjuangan Jonan memperbaiki KAI ini dituangkan dalam buku berjudul KAI Recipe: Perjalanan Transformasi Kereta Api Indonesia.

Di bawah kepemimpinan Jonan, KAI yang merugi, berhasil berbalik untung hingga Rp 1 triliun pada tahun 2014.

Jonan memulai langkah perbaikan KAI dengan meningkatkan gaji pegawai agar kinerja mereka semakin meningkat. Dengan konsekuensi, tak ada lagi yang melakukan pekerjaan sampingan di KAI. Sehingga tidak ada kebocoran dana.

Baca Juga: Manggarai Pengganti Gambir

Selain itu, Jonan juga melakukan perbaikan kinerja. Reward and punishment benar-benar diterapkan bagi seluruh pegawai KAI. Hal ini meningkatkan kepercayaan stakeholder.

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] SENAYANEWS.com – Pengungkapan kasus Pembunuhan yang mayatnya dikubur di lantai musala sebuah rumah di Jember sampai pada puncaknya. Pria itu menjadi tumbal hawa nafsu anaknya yang ingin menguasai warisan dan istrinya yang mau menikah lagi. […]