oleh

Orang Terkaya RI Hobi Bagi-bagi Duit

JAKARTA, SENAYANEWS.com – Salah satu orang terkaya Indonesia, Dato’ Sri Tahir dikenal sebagai seorang filantropi. Pria dengan kekayaan US$ 4,5 miliar ini tak berhenti membagikan sebagian hartanya kepada orang yang kurang beruntung.

CEO Mayapada Group ini buka-bukaan soal alasannya gemar berbagi kepada orang yang nasibnya kurang beruntung. Kedermawanannya kini tidak terlepas dari kehidupan masa kecilnya yang pas-pasan.

“Orang tua saya itu kan cuma kerjanya menyewakan becak. Jadi saya dari kecil itu lahir dan dibesarkan oleh setoran daripada abang becak. Itu kan cukup nggak mampu itu, khususnya pribadi itu minder ya sangat dalam sekolah sampai nikah kenal keluarga besar Mochtar Riady lebih minder lagi,” ujar Tahir saat berbincang dengan detikcom di Hotel Fairmont, Amman, Yordania, (3/10/19) lalu.

Baca Juga: Launcing KAHMIPreneur Kabupaten Bondowoso

Kenangan masa kecilnya masih terus terbayang dan bisa dibilang menjadi memori yang pahit. Namun, kondisi tersebut dipilihnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi di kemudian hari. Hingga ini ia akhirnya menjadi salah satu orang terkaya Indonesia.

“Saya punya sikap yang positif saya anggap bahwa semua serangan itu saya terima memang pedih dan sangat menyakitkan tapi saya ada suatu motor yang menggerakkan saya bisa lebih maju lagi,” tuturnya.

Salah Satu Orang Terkaya RI Bicara soal PR Jokowi di Periode II

Hasil gambar untuk foto Sri Tahir dikenal sebagai seorang filantropi

Salah satu orang terkaya Indonesia, Dato’ Sri Tahir bicara soal pekerjaan rumah (PR) Presiden Joko Widodo (Jokowi) di periode keduanya. PR tersebut di antaranya perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China hingga sektor mana saja yang harus dibenahi pemerintah ke depannya.

Pria dengan kekayaan US$ 4,5 miliar atau setara Rp 63 triliun (kurs Rp 14.000) mengatakan adanya perang dagang AS-China tidak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Indonesia. Padahal, adanya perang dagang AS-China membuat sejumlah perusahaan di China merelokasi pabriknya agar terbebas dari tarif AS. Peluang ini justru didapatkan Vietnam.

Baca Juga: 7 Orang Diamankan KPK dalam OTT Bupati Lampung Utara

“Nah, kelihatannya kita punya pejabat ini ndak tahu nggak membaca atau kurang sigap. Padahal round pertama dua tahun yang lalu itu China sudah kehilangan 10 juta manusia punya employment dan itu ternyata yang mendapatkan keuntungan terbesar Vietnam, karena Vietnam yang paling sigap dia membaca, eh ada kesempatan ini,” kata Tahir saat berbincang dengan Wartawan, di Hotel Fairmont, Amman, Yordania, (3/10/19) lalu.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of