oleh

Penuhi Panggilan KPK, Rizal Djalil Akan Kooperatif

JAKARTA, SENAYANEWS.com – Anggota BPK Rizal Djalil, tersangka kasus dugaan suap proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kementerian PUPR.

Rizal tiba di KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (09/10/19) sekitar pukul 10.00 WIB. Rizal mengaku akan kooperatif kepada penyidik. Dia juga sudah membawa sejumlah dokumen yang diminta penyidik.

“Saya datang untuk memenuhi panggilan penyidik dan akan memberikan keterangan apa pun yang dibutuhkan oleh penyidik dan saya membawa semua dokumen yang diminta oleh penyidik dan saya akan sangat kooperatif,” kata Rizal Djalil

Baca juga: KPK Panggil Direktur Operasi Perindo Terkait Suap Impor Daging

KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga saksi lainnya yaitu pegawai BPK RI Abdul Harris, seorang karyawan swasta bernama Columbanus Priaardanto, serta Direktur PT Adfinbureau Indonesia Harso Wibowo.

KPK menetapkan Rizal dan Leonardo sebagai tersangka. Penetapan tersangka ini merupakan pengembangan dari kasus SPAM yang melibatkan sejumlah pejabat Kementerian PUPR.

“Dalam pengembangan perkara ini, ditemukan dugaan aliran dana S$ 100.000 pada salah satu anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dari pihak swasta,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang.

Baca juga: Bupati Lampung Utara Terjaring OTT KPK

Uang tersebut diduga berkaitan dengan proyek SPAM Jaringan Distribusi Utama (JDU) Hongaria dengan pagu anggaran Rp79,27 miliar yang ditawarkan Rizal kepada Leonardo.

Sebelumnya, Rizal ditetapkan sebagai tersangka dalam pengembangan kasus yang berawal dari OTT pada 2018 lalu. Rizal diduga mengatur agar PT MD mendapatkan proyek di lingkungan Direktorat SPAM, yaitu proyek SPAM Jaringan Distribusi Utama (JDU) Hungaria dengan pagu anggaran Rp 79,27 miliar.

KPK menjerat 8 orang sebagai tersangka. Kedelapan orang itu saat ini sudah divonis bersalah menerima dan/atau memberikan suap.

Ada 8 orang yang ditetapkan KPK sebagai tersangka.

Diduga sebagai pemberi:
1. Budi Suharto (BSU) selaku Direktur Utama PT WKE;
2. Lily Sundarsih (LSU) selaku Direktur PT WKE;
3. Irene Irma (IIR) selaku Direktur PT TSP; dan
4. Yuliana Enganita Dibyo (YUL) selaku Direktur PT TSP.

Diduga sebagai penerima:
5. Anggiat Partunggul Nahot Simaremare (ARE) selaku Kasatker SPAM Strategis/PPK SPAM Lampung;
6. Meina Woro Kustinah (MWR) selaku PPK SPAM Katulampa;
7. Teuku Moch Nazar (TMN) selaku Kepala Satker SPAM Darurat; dan
8. Donny Sofyan Arifin (DSA) selaku PPK SPAM Toba 1.

Para tersangka pemberi itu diduga menyuap para PPK yang menjadi tersangka agar PT Wijaya Kusuma Emindao (WKE) dan PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP) memenangi lelang proyek SPAM 2017-2018. Hasilnya, kedua perusahaan itu menang lelang 12 proyek dengan nilai Rp 429 miliar.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of