oleh

Pidato Pertama Puan Maharani Sebagai Ketua DPR, Bicara NKRI

JAKARTA, SENAYANEWS.com – Puan Maharani resmi menjadi Ketua DPR periode 2019-2024. Pelantikan dilaksanakan pada rapat paripurna DPR RI pada Selasa malam 1 Oktober 2019.

Pada paripurna itu, Puan menyampaikan pidato politik pertama sebagai Ketua DPR. Ia membahas pentingnya menjaga keutuhan NKRI dengan mengamalkan Pancasil

“Kita perlu berada dalam satu semangat dan jiwa yang sama, untuk secara bersama-sama memantapkan dan meneguhkan Pancasila sebagai ideologi kehidupan berbangsa dan bernegara, UUD Negara Republik Indonesia 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Puan Maharani.

Baca juga; Pasca Demo, Gerbang Utama Gedung DPR RI Rusak Parah

Mantan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) itu juga mengharapkan banyak masukan dari masyarakat dan media. Ia menyebut DPR bukan anti kritik, hanya saja berharap adanya kritik dan masukan yang objektif.

“Kami juga mengharapkan dukungan dari masyarakat, termasuk para pengamat dan kalangan media massa. Kita tidak antikritik, tetapi diharapkan masyarakat tidak mudah terjebak pada penilaian yang bersifat apriori terhadap pelaksanaan tugas-tugas DPR dan dapat bersikap objektif dalam menilai kinerja kita semua,” ucap Puan Maharani.

Ketua DPR Puan Maharani berjanji akan melanjutkan pembahasan rancangan undang-undang (RUU) yang tertunda di periode sebelumnya sebagai prioritas. Dia menyebut, ada delapan RUU yang akan menjadi prioritas.

Baca juga: Pemerintah dan DPR Sepakat Tunda Pengesahan RUU

Puan Prioritaskan 8 RUU

Hasil gambar untuk foto pidato puan maharani

Kendati demikian, Ketua DPP PDIP itu tidak menyebut RUU apa saja yang dimaksud. Namun, menurut catatan DPR periode sebelumnya, delapan RUU tersebut adalah RUU KUHP, RUU Pertanahan, RUU Pemasyarakatan, RUU Perkoperasian, RUU Minerba, RUU Ketenagakerjaan, RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS), dan RUU Pengawasan Obat dan Makanan.

“Sudah ada 8 undang-undang yang kemarin dalam periode lalu yang kemudian akan ditunda. Tentu saja itu akan jadi prioritas Prolegnas ke depan,” ujar Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa 1 Oktober 2019.

Baca juga: Pemerintah dan DPR Sepakat Tunda Pengesahan RUU

Puan berkata, akan melihat dahulu mekanisme dan tata tertib untuk meneruskan pembahasan RUU yang tertunda. Dia akan melihat bagaimana pelaksanaan pembahasan RUU yang sempat tertunda pada periode sebelumnya.

“Saya akan melihat dahulu bagaimana hasil dari kemarin pelaksanaan UU yang kemudian ditunda itu apakah akan kita bahas dalam tata tertib yang seperti apa,” ucap Puan Maharani.

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] JAKARTA, SENAYANEWS.com – Puluhan ribu buruh akan menggelar aksi serentak di beberapa kota hari ini, Rabu (2/10/19). Di Jakarta, aksi akan dipusatkan di DPR, Senayan. Rencananya aksi akan dimulai pukul 10.00 WIB. […]