oleh

Polwan Terduga Radikalisme di Tangkap Lagi

SOLO, SENAYANEWS.com – Bripda Nesti Ode Samili yang dua kali ditangkap Densus 88 Antiteror Polri diduga terafiliasi ISIS. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) akan berkoordinasi dengan Polri untuk menangani Bripda Nesti.

“Kita akan koordinasi dengan teman di kepolisian. Kami akan sama-sama mendalami, kenapa anak ini bisa sampai seperti ini. Supaya record dia bisa kaya gini itu bisa kita hambat, bagaimana dia terpapar, bagaimana pengaruh terhadap dirinya. Supaya tidak terjadi ke orang lain,” kata Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Hamli saat dihubungi, Kamis (03/10/19).

Asep mengatakan Nesti sudah dua kali ditangkap. Pertama, dia ditangkap di Surabaya, Jawa Timur sekitar bulan Mei 2019. Kedua, ditangkap di Solo, Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Dia diduga terlibat jaringan terorisme Wawan Wicaksono yang juga telah ditangkap di Salatiga, Jawa Tengah.

Baca juga: Perselingkuhan Istri Polisi dengan Dokter di Mojokerto

“Waktu diamankan pertama terus dia dalam pengawasan lalu hilang. Kemarin akhirnya ditangkap lagi di Solo,” tuturnya.

Selain itu, Asep menuturkan bahwa NOS juga akan menjalani sidang terkait dugaan pelanggaran kode etik.

Nantinya, NOS terancam dipecat dari institusi kepolisian.

“Secara aturan di internal organisasi, yang bersangkutan juga dalam proses untuk menuju sidang komisi kode etik, yang kemudian nanti akan direkomendasikan di-PTDH (Pemberhentian Tidak dengan Hormat),” ujarnya.

Baca juga: Polisi Digugat Karena Tilang Elektronik

Saat ini Densus 88 masih memeriksa dan melakukan pendalaman kepada Nesti. Kepolisian pun merekomendasikan supaya Nesti dipecat tidak dengan hormat dari kepolisian.

Kapolda Maluku Utara Brigjen Suroto mengaku tidak tahu bagaimana Nesti bisa terpapar paham radikal tersebut. Dia pun beranggapan Nesti sudah tidak layak menjadi anggota kepolisian karena sudah terpapar paham radikal.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menambahkan, Nesti terpapar paham radikal melalui media sosial.

“Dia terpapar paham ISIS melalui medsos,” ujar Dedi saat dikonfirmasi.

NOS ditangkap di daerah Solo Jateng. Namun, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra tak merinci kapan anggota Polda Maluku Utara itu ditangkap.

“Sementara ini dia diduga terpapar kepada paham-paham radikalisme dari ISIS, tapi masih juga didalami kok,” kata Asep di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (03/10/19).

Sebelumnya, ia pernah ditangkap di Bandara Juanda, Surabaya, pada (26/05/19), dengan dugaan yang sama.

2
Leave a Reply

avatar
2 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Baca juga: Polwan Terduga Radikalisme di Tangkap Lagi […]

trackback

[…] Baca juga: Polwan Terduga Radikalisme di Tangkap Lagi […]