oleh

Moeldoko: Perppu KPK Bak Buah Simalakama

JAKARTA, SENAYANEWS,com – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan pemerintah tidak bisa memuaskan semua pihak terkait permintaan Perppu KPK. Moeldoko menganalogikannya dengan peribahasa buah simalakama.

“Semua harus dipikirkan, semua harus didengarkan, mesti ada. Semua warga negara juga bijak gitu di dalam menyikapi semua keputusan. Karena keputusan itu seperti simalakama, nggak dimakan bawa mati, tak dimakan ikut mati, kan begitu,” kata Moeldoko saat ditanya tuntutan deadline Perppu KPK di Kompleks Istana Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (4/10/19).

Baca juga: Terkait Pemakzulan Presiden, Guru Besar Hukum Angkat Bicara

Moeldoko mengatakan keputusan pemerintah terkait KPK tidak akan bisa memuaskan semua pihak. Tapi dia memastikan saat ini semua usulan dikalkulasi. Cirinya memang begitu. Jadi memang tidak ada keputusan yang bisa memuaskan semua pihak,” tuturnya.

Moeldoko menegaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan kebijakan untuk kebaikan seluruh warga. Dia memastikan kebijakan terkait KPK nanti tidak bertujuan buruk bagi bangsa.

“Prinsipnya presiden di dalam mengelola negara itu tidak mungkin akan membawa negara itu ke suatu situasi yang tidak menyenangkan atau tidak mengenakan. Pasti negara akan dibawa ke tempat yang diinginkan oleh pembukaan UUD 45,” tuturnya.

Dukung Perppu KPK, Emil Salim Tak Mau Balik ke Zaman Korupsi

Hasil gambar untuk foto emil salim

Satu lagi tokoh nasional yang mendengungkan dukungan agar Presiden Jokowi menerbitkan Perppu untuk menggantikan UU KPK yang baru. Adalah Emil Salim, seorang ekonom, yang berharap Jokowi tidak membawa kembali Indonesia di zaman korupsi merajalela.

Dalam jumpa pers di daerah Menteng, Jakarta Pusat, bersama tokoh nasional lainnya, Emil Salim menyebutkan upaya pemberantasan korupsi sebenarnya sudah dilakukan sejak zaman Jenderal AH Nasution. Upaya itu berlanjut di tangan Presiden Sukarno hingga di Orde Baru pimpinan Presiden Soeharto.

Baca juga: Sri Mulyani: Bos-bos BUMN Terciduk KPK, Mereka Penghianat!

“(Namun) semua tahap-tahap itu tidak menghasilkan hal yang berarti dalam pemberantasan korupsi,” kata Emil dalam jumpa pers tersebut, Jumat (4/10/19).

Baru kemudian pada 2002, saat KPK berdiri, Emil melihat pemberantasan korupsi bertaji. Pejabat-pejabat negara yang korup mulai ditangkap.

“Bahwa selama KPK berdiri sejak 2002, hasilnya adalah ditangkapnya Ketua Mahkamah Konstitusi, Ketua DPR, Ketua DPRD, beberapa menteri, beberapa gubernur, macam-macam pejabat. Hal yang tidak pernah terjadi sejak sejarah bangsa kita berdiri,” kata Emil.



3
Leave a Reply

avatar
3 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] Baca juga: Moeldoko: Perppu KPK Bak Buah Simalakama […]

trackback

[…] JAKARTA, SENAYANEWS.com – Di peringatan HUT ke-74 TNI, Preseiden Joko Widodo, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pada periode pertama pemerintahannya. Jokowi menyebut nama Wapres Jusuf Kalla hingga Menko Polhukam Wiranto […]

trackback

[…] Baca juga: Moeldoko: Perppu KPK Bak Buah Simalakama […]