oleh

Transportasi Canggih Akan Dibangun di Ibu Kota Baru

AJAKARTA, SENAYANEWS.com – Konsep transportasi canggih autonomous rail transit (ART) bakal dibuat di pusat ibu kota negara baru Indonesia. Transportasi ini merupakan kombinasi antara kereta dan bus.

Sistem transportasi futuristik ini menggunakan jalur rel virtual. Sistem ini juga disebut-sebut sangat fleksibel, murah, lebih baik dari trem maupun kereta biasa, ramah lingkungan, tak membutuhkan rel baja, serta kapasitas angkut lebih besar dari bus.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan transportasi satu ini akan direncanakan untuk dibangun di pusat ibu kota baru, bersamaan dengan bus listrik dan trem.

Baca juga: Perselingkuhan Istri Polisi dengan Dokter di Mojokerto

“Di pusat kota itu nanti bisa bus listrik, bisa semacam trem, atau autonomous. Autonomous ini kombinasi antara kereta dan bus yang semuanya digerakkan oleh listrik,” ucap Budi Karya saat berbincang dengan Tim Blak-blakan Wartawan, di kantornya, Kamis (3/10/19).

Saking seriusnya mau membuat ATR di ibu kota baru, Budi Karya menyebutkan akan segera mengutus Direktur Jenderal Perhubungan Darat untuk melakukan survey ke negara yang sudah menggunakannya. Dia menyebut, Australia, China, dan Jerman sudah menggunakannya.

“Australia, China dan Jerman antara lain yang sudah menggunakannya. Saya akan menugaskan Dirjen Perhubungan Darat untuk melakukan survei sana,” kata Budi Karya.

Ibu Kota Mau Pindah, Transportasi dan Logistik Harus Diperkuat

Pemerintah lewat sejumlah kementerian tengah fokus mempersiapkan pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur. Dengan demikian, pusat pemerintahan dan pusat bisnis di Indonesia bakal terpisah.

Berkaitan dengan itu, aspek logistik perlu menjadi perhatian agar suplai barang dari mulai pangan hingga bahan bakar di ibu kota baru bisa terpenuhi dengan baik.

Di lain pihak, Indonesia juga tengah mengalami tantangan untuk meningkatkan daya saing dengan negara lain salah satunya adalah menurunkan biaya logistik.

Baca juga: Polisi Digugat Karena Tilang Elektronik

Direktur The nasional Maritie Institute (Namarim), Siswanto Rusdi berpandangan, pemerintah harus mempercepat terciptanya ekosistem kepelabuhanan untuk menekan biaya logistik nasional.

“Dengan terbangunnya ekosistem kepelabuhanan, kapasitas layanan di pelabuhan pasti meningkat, dan biaya operasional logistik semakin murah. Ini langkah strategis yang harus dilakukan, selain soal pembangunan infrastruktur, jika Indonesia ingin memenangkan persaingan dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara,” kata dia, Jumat (4/9/19).

Konsep yang mengintegrasikan operasional pelabuhan, pelayaran dan industri, lanjut dia, perlu dipercepat realisasinya. Percepatan itu sepenuhnya ada di tangan pemerintah.

Keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), misalnya, tak lepas dari perangkat regulasi yang memayunginya. Kalangan industri perlu diberikan insentif dan kemudahan agar tertarik memindahkan produksinya ke KEK yang terakses baik dengan pelabuhan.

Baca juga: PDIP Dukung Bamsoet Jadi Ketua MPR

“Di bagian lain, pihak pelabuhan fokus mengambil peran sebagai konektor ke pasar luar negeri, bekerja sama dengan pihak pelayaran,” urainya.



1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] JAKARTA, SENAYANEWS.com – Hari ini banyak beredar di grup-grup aplikasi pesan singkat, Whatsapp terkait daftar harga rokok dari 42 merek setelah cukai naik. Informasi tersebut dipastikan hoax. […]