oleh

Sidang Lanjutan Zul Zivilia Sudah 6 Kali Tertunda

JAKARTA, SENAYANEWS.com – Sidang lanjutan kasus dugaan kepemilikan dan penyalahgunaan narkoba dengan terdakwa Zul Zivilia lagi-lagi ditunda. Sidang beragendakan pembacaan tuntutan ini digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Senin (25/11/19).

Penundaan ini lantaran berkas administrasi sembilan terdakwa, termasuk Zul belum siap dibeberkan oleh Jaksa Penuntut Umum. Sidang rencananya digelar lagi pada Senin bulan depan (02/12/19).

Majelis hakim mengultimatum Jaksa Penuntut Umum (JPU) usai sidang lanjutan dengan terdakwa Zul Zivilia kembali ditunda.

Baca juga: Desrizal Chaniago Diperiksa Polisi Atas Kasus Pemukulan Hakim PN Jakpus

Hakim Anggota Tiraes Sirait tak ingin masa penahanan Zul habis begitu saja hanya karena berkas tuntutan tak kunjung selesai.

“Tolonglah diprioritaskan ini. Jadi peralihan harus cepat lho. pemeriksaan saksi cepat, tinggal tuntutan,” ucap Tiraes di persidangan.

Penundaan ini lantaran berkas administrasi sembilan terdakwa, termasuk Zul belum siap dibeberkan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Sebelumnya, Tiares Sireat pun memberikan teguran kepada jaksa Rachman Rajasa. Dia meminta agar pembacaan tuntutan kasus perkara penyalahgunaan narkoba ini dapat diselesaikan sebelum pergantian tahun 2019 ke 2020.

Baca juga: Putusan Kasus Gugatan Perdata Mulan Jameela cs Batal Dibacakan

“Diusahakan lah jangan sampai perkara ini masuk di tahun 2020. Satu bulan ini kita preslah supaya selesai. Kalau tidak salah undang-undang ini menyatakan bahwa perkara narkotika itu perkara prioritas ya, sehingga diprioritaskan selesai,” kata hakim.

Menanggapi Majelis Hakim, Rachman Rajasa mengatakan pihaknya sangat serius dalam menangani kasus ini. Soal pihaknya belum siap dengan tuntutan, alasannya karena kasus ini menyeret sembilan orang terdakwa.

“Izin yang mulia, tuntutan lagi diproses yang mulia karena sangat serius menangani perkara ini karena menyangkut ini sembilan terdakwa. Dan modus peredarannya dari Palembang sampai Jakarta dan menyangkut sembilan terdakwa dan empat berkas yang mulia,” kata Rachman Rajasa.

Ditambah lagi barang bukti narkoba yang didapatkan tidak sedikit. Sehingga pihak JPU membutuhkan waktu sebelum membacakan
tuntutan hukuman.

Dalam kasusnya, Zul Zivilia ditangkap Direktorat Narkotika Polda Metro Jaya karena diduga telah melakukan penyalahgunaan dan kepemilikan narkotika, Sabtu (02/03/19).

Saat ditangkap di salah satu apartemen di kawasan Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, Zul Zivilia tidak sendiri. Dia bersama tersangka lainnya kedapatan memiliki barang bukti narkotika yakni jenis sabu 50 kg, 54.000 butir ekstasi, uang tunai lebih dari Rp 300 juta.

Zul dikenakan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ia pun terancaman hukuman mati dan denda paling sedikit Rp 1 miliar paling banyak Rp 10 miliar.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of