oleh

Orang Jepang Tidak Suka Naik Kendaraan Pribadi, Kenapa Ya?

JAKARTA, SENAYANEWS.com – DKI Jakarta masih berkutat mengurai kemacetan lalu lintas jalanannya. Namun, Jepang punya cara jitu untuk menangani hal tersebut, yakni dengan ‘memaksa’ warganya naik transportasi umum.

Berkebalikan dengan masyarakat Jakarta yang masih banyak yang memakai mobil pribadi atau motor, masyarakat Tokyo jauh lebih banyak yang menggunakan moda transportasi massal seperti kereta.

Berdasarkan data dari Pemerintah Jepang tahun 2013, sekitar 93,5% warga Jepang diketahui menggunakan moda transportasi kereta untuk bepergian. Moda transportasi lan seperti bus, motor, dan lainnya hanya dipakai oleh sekitar 6,5% warga Jepang. Kontras dengan kondisi transportasi di Jakarta.

Hal itu pun tak terlepas dari peran serta pemerintah Jepang dalam mendukung keberhasilan tersebut. Kisah keberhasilan itu pun dituturkan oleh Hideaki Tanaka, seorang ahli dari Japan International Cooperation Agency (JICA) saat ditemui di Tokyo, Selasa (10/12/19).

Baca Juga: Bank Dunia: Ekonomi RI di Akhir Tahun Melambat ke 5%

“Fungsi kereta di Tokyo besar sekali, karena penumpangnya banyak sekali. 50-48% orang di Tokyo menggunakan kereta api,” ujar Tanaka.

Tanaka bilang, sebenarnya Jakarta dan Jepang memiliki karakteristik demografi penduduk yang mirip. Kepadatan penduduk di Tokyo adalah 15 ribu per km2.

Bedanya, biaya tarif keseluruhan per hari bagi pengguna mobil di Tokyo cukup mahal. Tak mengapa, banyak masyarakat yang lebih menggunakan moda transportasi kereta.

“Punya mobil di Tokyo mahal, parkir pulang pergi mahal. Sekitar 7-8 ribu yen per hari (Rp 900-1 jutaan), per jam 800 yen (Rp 100 ribuan),” ujar Tanaka.


1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] JAKARTA, SENAYANEWS.com – Sejumlah bupati dari wilayah Papua audiensi di Komisi II DPR untuk membahas pembentukan provinsi baru di Papua. Bupati Boeven Digoel Benediktus Tambonop bicara tentang pentingnya pemekaran di Papua. […]