oleh

Habil Marati Divonis 1 Tahun Penjara, Kivlan: Dipaksakan

JAKARTA, SENAYANEWS.com – Pengusaha Habil Marati divonis 1 tahun penjara atas kepemilikan senjata api ilegal dan peluru tajam. kivlan zen menilai vonis tersebut terlihat dipaksakan.

“Jadi demikian ini bias dan dipaksakan saya melihat paksaan dari kejaksaan, tanggal 7 sudah ngaku Iwan (Helmi Kurniawan) uang dari Habil bukan untuk beli senjata, untuk demo sudah ngaku Iwan, kok Habil dituntut 2,5 tahun, kemudian kena putusan hakim 1 tahun itu namanya dipaksakan, ini namanya dzalim, jadi jaksa zalim, polisi zalim, rekayasa,” kata Kivlan Zen di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Rabu (29/01/20).

Kivlan Zen menilai Habil Marati tidak bersalah atas kepemilikan senjata api ilegal dan peluru tajam karena pengakuan Helmi Kurniawan alias Iwan uang dari Habil untuk demo dukungan Supersemar. Oleh sebab itu, seharusnya Habil Marati tidak dihukum.

Baca Juga: Sandiaga Uno Turut Melayat di Rumah Duka Ibunda Kamrussamad

“Habil membantu dalam rangka Supersemar dan Iwan sudah ngaku tidak beli senjata uang Habil. Iwan sudah ngaku kenapa dihukum dia (Habil),” jelas Kivlan Zen.

Kasus tersebut, menurut dia rekayasa yang dilakukan eks Menko Polhukam Wiranto karena Iwan dipaksa untuk mengakui yang tidak dilakukannya. Iwan, Tajudin (Udin) dan Azwarmi dipukuli saat diperiksa oleh polisi.

“Jadi pengakuan paksa dipukuli, disetrum termasuk Armi dan Tajuddin, dipaksa untuk membaca kerusuhan 22 Mei adalah Kivlan. Ini pengakuan mereka, mereka ditangkap 21 Mei, mereka ditutup pakai plastik, dipukuli kalau nggak ngaku ditembak ada saya rekaman sama pengacara saya. Jadi semua rekayasa dari Wiranto, di polhukam ngomong otak kerusuhan dan rencana pembunuhan serta senjata adalah Kivlan,” katanya.

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] JAKARTA, SENAYANEWS.com – Sosialisasi Perda No 2 tahun 2016 tentang kepemudaan yang digelar Syarifuddin (Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Gerindra) disambut antusias warga Kelurahan Kembangan selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. […]