oleh

Redmi 8, Smartphone Oke

JAKARTA, SENAYANEWS.com – Di pengujung tahun 2019, Xiaomi mengeluarkan ‘senjata’ pamungkasnya yang bernama Redmi 8 untuk pasar Indonesia. senayanews berkesempatan untuk menjajal saudara Redmi 8A itu selama beberapa pekan kemarin.

Redmi 8 dengan kelir blue sapphire Blue pun datang ke ruang redaksi untuk dikupas seberapa menarik smartpone kelas entry level ini.

Dari segi fisik. Desain Redmi 8 terlihat menawan yang membuat mudah untuk jatuh hati, terutama untuk kalian yang punya budget pas di kantong.

Sisi menarik dari ponsel anyar Xiaomi ini mengusung desain kekinian yang bisa dilihat dengan keberadaan dual camera plus LED flash yang diposisikan secara vertikal di bagian punggung ponsel, fingerprint, dan notch bergaya water drop. Meskipun di satu sisi bezelnya agak tebal, tapi itu tidak mengganggu mata kalian saat seharian bersama Redmi 8

Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Sandiaga Berbagi Kasih Di Panti Asuhan Bersinar

Redmi 8 dibekali dua slot SIM card di samping sebelah kiri. Ponsel ini pula mengalokasikan microSD yang bisa memperluas daya tampung memori hingga 512 GB. Sementara, sebelah kanan terdapat tombol volume dan power.

Beralih ke bawah ponsel, tampak ada lubang speaker di posisi kanan, tengahnya ada lubang charger USB Type-C, dan kiri ada lubang untuk jack audio 3,5 mm yang kebanyakan ponsel telah meniadakannya.

Pertama kali menggenggam Redmi 8 adalah ponsel ini cocok nyaman dalam genggaman, dalam artian ponsel ini tidak terlalu kecil maupun terlalu besar.


1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
0 Comment authors
Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
trackback

[…] SENAYANEWS.com – Film sumange merupakan kekuatan jiwa manusia Bugis yang di sutradarai oleh Arul Virgo dan ide cerita oleh Andhy Mantra Bumi merupakan film yang sarat pesan moral bangsa Bugis. Film ini mengisahkan bagaimana manusia Bugis menyikapi kehidupan masa lalu dan masa sekarang, dimana mereka sangat taat terhadap pangadereng (norma/etika) yang telah diwariskan secara turun temurun dari para leluhur.  […]